Bayang-bayang SILPA (sisa lebih penggunaan anggaran) tinggi pun muncul. Bahkan, sangat mungkin melampaui SILPA APBD 2019 yang mencapai Rp 743 miliar.
Masih rendahnya angka serapan APBD 2020, membuat DPRD Kota Malang cemas. Serapan yang rendah bisa menjadi indikator rendahnya kinerja eksekutif.
"Kami akan terus kawal sesuai tugas dan fungsi agar program kerja eksekutif maksimal di waktu sisa ini," kata Ketua DPRD Kota Malang I Made Rian Diana Kartika, Selasa (4/8).
Made mengatakan, DPRD sudah melakukan hearing dengan eksekutif. Terutama OPD (organisasi perangkat daerah) yang memiliki program besar.
"Lebih lima kali kami melakukan hearing. Kami akan terus lakukan agar programnya berjalan maksimal," terang politikus PDIP ini.
Dia juga berharap agar proses PAK tahun ini bisa berjalan sesuai dengan jadwalnya. Sehingga, program-program yang belum terlaksana di APBD murni bisa dijalankan di PAK. "Karena kalau nggak maksimal, nanti SILPA-nya akan besar," ungkap dia.
Pewarta: Imam Nasrodin
Editor : Mufarendra