KOTA BATU - Angka kekerasan terhadap perempuan dan anak terbilang tinggi di Kota Batu. Dari data Polres Batu selama Januari-April saja, sudah ada 25 kasus kekerasan.
Dari 25 kasus itu, 10 di antaranya merupakan persetubuhan dan pencabulan.
Kapolres Batu AKBP Harviadhi Agung Prathama SIK MIK mengatakan saat ini pihaknya mengoptimalkan Omah Ayom sebagai rumah sementara bagi perempuan dan anak yang menjadi korban kejahatan.
Omah Ayom menjadi tempat untuk pemulihan psikis anak pasca putusan pengadilan. "Tidak hanya putusan pengadilan tetapi juga tahap peyelidikan, penyidikan, dan tahap I dan II tetap mereka harus mendapatkan pendampingan dan konseling sehingga rasa percaya dirinya tetap ada," katanya.
Lantaran fungsinya sebagai tempat perlindungan, lokasi Omah Ayom sengaja dirahasiakan.
Harvi mengatakan, Polres Batu tidak sendirian dalam program Omah Ayom. Polres Batu bekerjasama dengan berbagai instansi dari Pemkot Batu.
"Seperti Dinas Sosial, Dinas Pendidikan dan bimbingan konselingnya oleh psikolog dari P2TP2A dari Dinas DP3AP2KB (Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana)," katanya.
Dia mengatakan beberapa waktu yang lalu, Omah Ayom ini mendapatkan apresiasi yang baik dari Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas).
Pewarta:Nugraha Perdana Editor : Mufarendra