Kepala Bidang Pengendalian dan Penanggulangan Pencemaran Lingkungan DLH Kota Batu Made Suardika membenarkan hal tersebut. Dia mengatakan, pemantauan lingkungan menjadi bagian pokok dari strategi pengelolaan kualitas air dalam mendukung pelestarian lingkungan hidup.
“Sehingga pengendalian dan penanggulangan pencemaran bisa lebih berhasil,” tegas Made.
Oleh karena itu, Made melanjutkan, DLH intens melakukan pengujian air di Kota Batu. Dan biasanya pengujiannya dilakukan setiap enam bulan sekali. “Biasanya dilakukan pada Maret dan September, sama seperti pengujian kualitas udara,” terang Made.
Hal itu dilakukan tentunya untuk memantau mutu kualitas air sungai dan mata air di Kota Batu. Lantaran, dia menjelaskan, air menjadi unsur yang paling esensial dan mempunyai peranan yang paling penting.
“Karena air diperlukan untuk pemenuhan berbagai kebutuhan,” ucap ayah dua anak itu.
Ia berharap, nantinya pada pengujian kualitas air tahap ke dua, hasil pengujian kualitas air juga bagus seperti di tahap pertama. Dengan begitu, kualitas kehidupan di Kota Batu juga secara otomatis akan lebih bagus.
Pewarta : Ulfa Afrian Editor : Editor : Hendarmono Al S.