Pelepasan penyu ini merupakan kegiatan rutin yang harus segera dilakukan setelah telur menetas sebagai bentuk tanggung jawab dan edukasi konservasi ke masyarakat. Kegiatan rilis yang diselenggarakan kemarin (27/8) diikuti berbagai pihak baik pemerintah, perguruan tinggi, konservator, para UKM dan masyarakat umum.
Sebelum kegiatan rilis, para peserta diberikan penyuluhan konservasi penyu oleh BKSDA dan BSTC. BSTC sendiri merupakan kelompok masyarakat yang peduli terhadap berbagai isu lingkungan pesisir malang selatan terutama pada spesies penyu. Setidaknya ada 23 titik pendaratan penyu ini untuk bertelur sepanjang 782 meter di sepanjang pesisir Bajulmati hingga Ungapan hingga tahun 2020 ini.
“Penyu yang ada di Bajulmati penuh dengan ancaman, karena kawasan ini ramai pengunjung. Sehingga kami terus melalukan pemantauan terkait penyu yang mendarat dan bertelur, kemudian merelokasinya ke rumah penyu untuk ditetaskan dan kemudian di rilis ke alam,” kata Ketua BSTC, Sutari.
Untuk mendukung kegiatan konservasi penyu ini, Fuel Pertamina Malang melalui kegiatan CSR nya memberikan bantuan untuk membangun rumah penyu dengan beberapa prasarana pendukung. Beberapa sarana seperti ruang pertemuan/edukasi, bak penetasan, kolam penampungan tukik, kolam perawatan penyu sakit, papan informasi, sekolah konservasi penyu (outdoor) dan rencana akan membangun pos menara pantau penyu.
Sebelumnya Fuel Pertamina Malang bekerjasama dengan UMM pada tahun 2018 melakukan penelitian keanekaragaman hayati untuk memotret kondisi di kawasan ekosistem di Bajulmati. Hasil penelitian ini dijadikan landasan pelaksanaan program Corporate Social Responsibility (CSR) Fuel Pertamina Malang berikutnya.
Kemudian UMM tahun ini ditunjuk Fuel Pertamina untuk mendampingi pelaksanaan program konservasi penyu dengan penguatan dibeberapa sektor seperti pendataan, pelatihan dan pemberdayaan sumber daya manusia.
“Semoga dukungan luar biasa dari BKSDA, Perhutani, Pertamina, UMM, DKP, Polairut, bupati, kepala desa, camat, konservator dan berbagai pihak, mampu menjadi sinergi bersama untuk menggerakkan masyarakat luas untuk lebih peduli terhadap konservasi penyu demi masa depan generasi mendatang,” pungkasnya. Editor : Shuvia Rahma