Aksi demo yang berlangsung beberapa waktu lalu terkait penolakan UU Cipta Kerja berakhir dengan insiden pembakaran halte Sarinah. Pemerintah DKI Jakarta mengalami kerugian yang harus ditanggung mencapai Rp 65 miliar, akibat aksi anarkis tersebut. Sempat dituding sebagai biang atas kejadian memalukan tersebut buruh dan mahasiswa jadi korban tuduhan lantaran mereka yang melangsungkan demo di sekitar lokasi.
“12 Oktober lalu Polda Metro Jaya sempat merilis para tersangka pembakaran halte. Dari 4 tersangka yang ditampilkan Polda Metro Jaya, tak ada yang mirip dengan sosok yang kami temukan,” Ungkap dalam video Narasi Newsroom.
Dari temuan mereka, ternyata para pelaku bukan berasal dari rombongan pengunjuk rasa di sana. Selain itu, ulah mereka nampak terorganisir dan dilakukan dengan penuh kesengajaan. Dari video penelusuran Mata Najwa tersebut, kemudian muncul dugaan bahwa para pelaku perusakan dan pembakaran halte bukan berasal dari massa aksi, melainkan orang yang memang sengaja datang untuk membakarnya.
Namun, sampai saat ini belum diketahui identitas dari sejumlah orang yang merusak dan membakar halte Sarinah tersebut. Kendati begitu, Najwa Shihab selaku pembawa acara menuturkan bahwa pihaknya telah mengajukan video itu ke polisi untuk ditindaklanjuti.
Penulis: Rifki Afiantara Editor : Shuvia Rahma