Hal tersebut diungkapkan Sanusi saat menjelajahi jalur lintas selatan (JLS) kemarin (5/1). Bukan hanya soal target peresmian, dia juga telah merancang warna dan nama jembatan itu. ”Nanti warnanya pelangi sehingga jembatan ini bakal diberi nama Jembatan Pelangi,” tegasnya di sela-sela meninjau kondisi jembatan Srigonco.
Sanusi berharap, beroperasinya jembatan itu semakin memperlancar akses pariwisata ke Malang Selatan. ”Sudah tahap finishing dan sangat layak dilalui,” sambungnya.
Prospek cerah perkembangan kawasan selatan itu bakal makin bersinar karena pembangunan JLS dari titik nol pertigaan Balekambang hingga Pantai Modangan dipastikan tuntas akhir tahun mendatang. Jarak yang terbentang dari poros tersebut sejauh 18 kilometer. ”JLS sepenuhnya menjadi tanggung jawab Pemprov Jatim. Tugas kami pada bagian pembebasan lahan, dan semua itu sudah selesai,” ungkapnya.
Ketika nanti JLS terkoneksi dengan Pantai Modangan, maka mobilisasi manusia otomatis semakin banyak. Hal itu diyakini bakal membawa dampak ekonomi luar biasa bagi Kabupaten Malang.
Sanusi lantas mencontohkan wisata unggulan Pantai Modangan dengan pesona paralayangnya. ”Pantai Modangan adalah satu-satunya tujuan wisatawan yang bernuansa paralayang. Kualitas udaranya sangat bagus sehingga bisa digunakan secara terus-menerus,” beber dia. ”Mau terbang jam berapa saja bisa, termasuk dengan paramoon atau paralayang moon di malam hari,” tambah Sanusi.
Tak heran jika Pantai Modangan banyak dilirik investor. Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Jatim bahkan telah menetapkan Modangan sebagai diklatnya paralayang Jawa Timur.
Pewarta: Neni Fitrin
Editor : Ahmad Yani