Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu Agung Sedayu menyampaikan, penanganan sementara adalah melakukan pembersihan material longsor dan relokasi warga yang terdampak.
Selain itu, timnya dan dinas terkait juga diminta untuk memperkuat pondasi rumah yang tergerus air. Termasuk juga diminta untuk menanam vetiver di tebing-tebing yang berpotensi longsor.
”Kalau untuk dinas terkait lain (PUPR), diminta untuk membuatkan drain hole (lubang air) di setiap plengsengan penahan tebing yang sudah terbangun,” kata mantan Kadis PUPR Kota Batu ini, Rabu (13/1).
Sebagai informasi, Selasa (12/1) kemarin, tim BPBD Kota Batu juga melakukan pembersihan material longsor di beberapa titik. Namun, yang di Dusun Brau, Desa Gunungsari harus dihentikan karena hujan lebat dan baru dituntaskan hari ini, (13/1).
”Saat ini alat beratnya digunakan untuk pembersihan material longsor di Pagergunung,” jelas dia.
Seperti diketahui, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG) sudah memprediksi sebelumnya bahwa puncak musim hujan akan terjadi pada Januari dan Februari 2021. Sejumlah daerah berpotensi mengalami cuaca ekstrim dalam tujuh hari ke depan.
Termasuk salah satunya adalah Jawa Timur dan tentunya juga Malang Raya masuk di dalamnya. Selain itu, jumlah kejadian bencana di Kota Apel ini terus meningkat dalam dua bulan terakhir ini. Dimana pada bulan November ada 4 kejadian, Desember 23 kejadian dan awal Januari hingga hari ini (12/1) sudah ada 21 bencana.
Bahkan, sejak Minggu (10/1) hingga Selasa (12/1) ada sekitar 12 kejadian bencana di Kota Batu.
Pewarta: Imam N Editor : Shuvia Rahma