Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Serunya Berkuda, hanya 45 Menit Sudah Bisa Bakar 1.000 Kalori

Ahmad Yani • Minggu, 24 Januari 2021 | 19:45 WIB
Evi Yusiani latihan berkuda bersama Malang Equestrian Club sejak beberapa waktu yang lalu.(Darmono/Radar Malang)
Evi Yusiani latihan berkuda bersama Malang Equestrian Club sejak beberapa waktu yang lalu.(Darmono/Radar Malang)
MALANG - Berkuda memang belum menjadi cabang olahraga yang populer. Namun ada banyak manfaat serta efek positif dari olahraga ini. Malang Equestrian Club, berbagi pengetahuan soal cabang olahraga tersebut.

Manfaat pertama dari olahraga berkuda adalah membentuk kepercayaan diri. Itu terjadi karena setiap atlet berkuda dituntut bisa mengendalikan tunggangannya. ”Sebab, kuda yang ditunggangi itu punya kemauan. Umumnya apabila melihat pintu atau kandang, mereka selalu punya keinginan menuju ke sana,” terang pelatih Malang Equestrian Club Kusdyan Arief Seputro. Kemampuan untuk mengendalikan kuda itulah yang menjadi tantangan utama bagi atletnya.

”Mereka yang berkuda juga wajib menjaga konsentrasi selama berlatih,” kata dia. ”Karena kuda juga bisa merasakan penunggangnya, acap kali mereka (kuda) tidak mau jalan saat penunggangnya ragu-ragu,” tambah alumnus Universitas Merdeka (Unmer) Malang itu. Dengan manfaat itu, dia menyebut bila olahraga berkuda juga baik untuk proses tumbuh kembang anak. ”Banyak anak-anak yang sebelumnya pemalu, setelah berkuda jadi lebih percaya diri. Lalu, anak-anak yang aktif sekali, bisa lebih fokus dan kalem setelah berkuda,” ungkap dia.

Di sisi lain, dalam olahraga berkuda, hampir semua anggota tubuh dituntut untuk senantiasa bergerak. ”Dengan itu, berkuda juga bisa menjadi salah satu sarana untuk menjaga kesehatan,” imbuh wakil Binpres Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Jawa Timur itu. Pengelola Malang Equestrian Club Elmi Kartono menambahkan, dalam 45 menit berkuda seseorang bisa membakar 1.000 kalori. ”Mereka yang berkuda layaknya squat atau squat jump berkali-kali,” papar perempuan berusia 45 tahun itu.

Elmi juga menyebut bila olahraga berkuda kerap digunakan sebagai media terapi untuk beberapa penyakit. ”Salah satu manfaatnya yakni menjaga kestabilan tulang punggung,” kata dia. Hal itu bisa didapatkan karena saat berkuda posisi tulang punggung dituntut untuk lurus. Sementara itu, bagian tubuh lainnya mulai dari tangan, pinggang, hingga kaki juga terus bergerak. Mereka yang kerap menderita insomnia, sakit kepala, sampai punya permasalahan pernapasan juga bisa memilih berkuda untuk jadi alternatif penyembuhan. ”Saat berkuda, gerakannya memang terlihat naik dan turun. Namun ketika proses itu, ada pengaturan napas yang terjadi,” imbuh Elmi.

Lebih lanjut, mereka yang punya gejala autisme juga bisa mencoba olahraga berkuda. Elmi mengatakan, dengan olahraga berkuda saraf motorik seseorang akan ikut terasah. ”Proses menjaga keseimbangan bisa menjadi media penyembuhan bagi mereka yang punya masalah tersebut (autisme),” paparnya. Saat ini ada beberapa anak berkebutuhan khusus yang biasa ikut berlatih di Malang Equestrian Club.(rmc/gp/c1/by)
Editor : Ahmad Yani
#atlet #sehat #Kota Malang #olah raga #berkuda