Melansir dari laman resmi BMKG, pada Selasa (9/2), berikut rincian wilayah yang berpotensi banjir/bandang :
1. Banten (siaga)
2. Jawa Barat (siaga)
3. Jawa Tengah (siaga)
4. Jawa Timur (siaga)
5. Aceh (waspada)
6. Sumatera Utara (waspada)
7. Jambi (waspada)
8. Bengkulu (waspada)
9. Sumatera Selatan (waspada)
10. Lampung (waspada)
11. DKI Jakarta (waspada)
12. D.I. Yogyakarta (waspada)
13. Bali (waspada)
14. Nusa Tenggara Barat (waspada)
15. Kalimantan Utara (waspada)
16. Kalimantan Timur (waspada)
17. Kalimantan Tengah (waspada)
18. Kalimantan Selatan (waspada)
19. Nusa Tenggara Timur (waspada)
20. Sulawesi Tengah (waspada)
21. Sulawesi Selatan (waspada)
22. Papua (waspada)
BMKG menyebut, hujan intensitas tinggi terjadi akibat adanya pusat tekanan yang rendah di wilayah Australia bagian barat yang membentuk pola perlambatan atau pertemuan angin (konvergensi) yang memanjang dari Semenanjung Malaysia hingga Selat Malaka.
Kemudian dari Samudra Hindia barat Bengkulu hingga perairan selatan Jawa Tengah. Selanjutnya dari Jawa Timur hingga perairan utara P. Lombok, dan di Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Timur
“Selain itu, sirkulasi siklonik juga terpantau di Laut Sulawesi bagian barat serta daerah konvergensi juga terpantau memanjang di Samudra Pasifik utara Papua dan perairan utara Papua,” kata Deputi Bidang Meteorologi yang dilansir melalui meteo.bmkg.go.id
Hal ini dapat menyebabkan adanya peningkatan pertumbuhan awan-awan hujan di sekitar wilayah pusat tekanan rendah, sirkulasi siklonik, dan daerah konvergensi tersebut.
Penulis : Anggi Dianing Editor : Shuvia Rahma