Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Resmikan Rumah Sedekah NU, Begini Pesan Bupati Malang

Ahmad Yani • Selasa, 16 Februari 2021 | 05:37 WIB
Bupati Malang Sanusi saat meresmikan Rumah Sedekah NU hari ini (15/2) didampingi Rektor Unisma Prof Dr H Masykuri Bakri MSi. (Achmad Fikyansyah/Radar Malang)
Bupati Malang Sanusi saat meresmikan Rumah Sedekah NU hari ini (15/2) didampingi Rektor Unisma Prof Dr H Masykuri Bakri MSi. (Achmad Fikyansyah/Radar Malang)
MALANG - Komitmen untuk berbagi dan peduli bisa dilakukan oleh siapa saja. Kehadiran Rumah Sedekah NU diharapkan bisa mengedukasi masyarakat untuk lebih peka dengan lingkungan sekitar. Termasuk kaum dhuafa serta anak yatim.

Hal itu diungkapkan Bupati Malang HM Sanusi saat meresmikan Rumah Sedekah NU di Mulyoagung, Kecamatan Dau hari ini (15/2). Selain Bupati Malang, Rektor Unisma Prof Dr H Masykuri Bakri MSi dan Ketua MUI Kabupaten Malang KH Misno Fadhol Hija juga hadir dalam acara tersebut.

Menurut Sanusi, adanya fasilitas tersebut dapat memperluas kiprah NU dalam upaya menciptakan kesejahteraan warga, khususnya di Kabupaten Malang. "Keberadaan Rumah Sedekah NU ini adalah bentuk upaya NU untuk saling berbagi kepada kaum duafa dan anak yatim. Tidak hanya berupa santunan, tetapi juga memberikan bekal ketrampilan kepada masyarakat yang kurang beruntung untuk dididik menjadi wirausahawan," ucapnya

Menurutnya, hal ini juga menjadi salah satu cara untuk mengentaskan kemiskinan yang ada di Kabupaten Malang. Karena para pemuda juga bisa mendapatkan berbagai macam pelatihan, sehingga mereka tidak akan kesulitan terjun ke dunia kerja. "Dengan begitu kemiskinan juga akan berkurang," ucap Sanusi.

Sementara itu, inisiator Rumah Sedekah NU Noor Shodiq Askandar mengatakan, keberadaan Rumah Sedekah akan mempunyai banyak fungsi. Salah satunya sebagai wadah apabila ada orang yang ingin menyalurkan bantuan kepada orang yang membutuhkan. "Kami ingin sedekah itu dibicarakan dengan yang memberi sedekah. Kepentingannya untuk apa. Misalnya ingin untuk beasiswa bagi anak-anak yatim, dibicarakan dengan pemberinya," ucapnya .

Selain itu, tempat tersebut juga bisa dipakai untuk tempat pelatihan kepada para duafa dan yatim. Dengan menggandeng beberapa stakeholder, seperti pengusaha, praktisi, dan beberapa pihak lain, diyakini tempat tersebut bisa menjadi awal dari terbentuknya insan kreatif. "Kami ingin Rumah Sedekah ini kemudian menghasilkan sesuatu," imbuh Noor Shodiq yang juga Wakil Rektor II Unisma ini.

Konsepnya, nanti para dhuafa diberikan pelatihan ketrampilan kerja dalam kurun waktu seminggu sampai 10 hari. Setelah itu mereka akan langsung diarahkan untuk melakukan praktik. "Bagi mereka yang belum siap, akan dididik menjadi karyawan terlebih dahulu. Bagi yang sudah siap, akan didampingi untuk menjadi wirausaha-wirausaha baru," tambahnya. Sehingga setidaknya hal itu mampu mengurangi angka pengangguran.

Pewarta: Achmad Fikyansyah Editor : Ahmad Yani
#NU berbagi #Rumah Sedekah NU #LasizNU Jatim #nu kabupaten malang