Tak sekadar menjadi penikmat, pengujung Kampung Anggrek yang merada di bawah pengelolaan Wisata Edukasi Dadaprejo ini juga bisa “mencuri” ilmu menanam Anggrek dari pakarnya. Yup, desa wisata di bawah naungan Dinas Pariwisata Kota Batu ini juga memberikan edukasi seputar dunia anggrek, mulai dari karakter tanaman hingga cara menanam yang benar.
Di tempat ini, ragam jenis bunga anggrek cukup lengkap, begitu juga dengan fasilitas pendukung wisatanya. Sebab ladang anggrek sendiri tidak hanya fokus pada budidaya anggrek saja. Tapi juga pembibitan hingga pemasarannya. Semua sektor itu dapat dinikmati dalam satu tempat yang sama.
Seperti jenis anggrek tersedia di sini, mulai dari Grammatophyllum, Phalaenopsis, Dendrobium, Vanda, hingga Cattleya.
Ketua Wisata Edukasi Dadaprejo, Andik Wibowo mengungkapkan, selain Kampung Anggrek, ada juga kesenian kriya dan batik anggrek asli wilayah itu. Sama dengan edukasi tentang anggrek, pengunjung juga bisa belajar langsung membuat kerajinan dan bisa dibawa pulang.
Andik mengungkapkan, Wisata Edukasi Dadaprejo dilauching sekitar tahun 2019. Kala itu, kampung tersebut tengah membuat program trilogi kampung anggrek. Yaitu tanam, rawat dan tuai. Selain itu, petani anggrek membagikan 4000 tanaman anggrek.
"Dari situ Pemkot melihat ada potesi di sini. Setelah itu, ada SK turun mengenai Kelurahan Dadaprejo sebagai desa wisata," terangnya.
Andik menambahkan, saat ini wisata Kampung Anggrek tetap dibuka. Namun karena pandemi Covid-19, sejumlah penyesuaian dilakukan oleh pengelola. Salah satunya pembatasan pengunjung.
"Kalau rombongan besar dari luar kota kan pasti mengabarkan dulu. Jadi jika rombongan berbis-bis kami hold dulu," katanya.
Pewarta: Wildan Agta A
Editor : Shuvia Rahma