Jadi pengusaha sukses tak harus punya modal banyak. Ini dibuktikan dengan sosok Makhrus Sholeh owner Turen Indah Group. Ia dikenal sebagai pebisnis yang bermodalkan kejujuran dalam merintis bisnisnya. Modal itulah yang mampu mengantarkan Makhrus menuju kesuksesan bisnisnya hingga sekarang.
Dunia bisnis dirasa bukanlah hal yang baru baginya. Sejak lulus SMA, Ia sudah bergulat di dunia bisnis, walaupun berada di lingkup masyarakat sebagai petani dan petani penggarap. Kegagalannya kuliah di Perguruan Tinggi Negeri Kota Malang juga harus Ia rasakan. Itu lantaran dirinya tak punya biaya melanjutkan pendidikannya.
Bermula, dari bisnis kecil-kecilan, dengan berjualan beton, Ia menawarkan beton miliknya dari toko ke toko. “Saya dulu sebagai seller beton, ke toko-toko bangunan menawarkan. Akhirnya terinspirasi buat toko saja, sambil memasarkan produk beton saya,” ungkap Ketua DPD Asosiasi Perumahan & Pemukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Jawa Timur.
Berlanjut, di 2002, Ia mendirikan toko bangunan dengan modal Rp 50 juta. Modal itu didapatkan dari pihak ketiga. Itu karena ia dulu belum punya modal untuk berbisnis. Toko itu dikenal dengan Turen Indah Bangunan (TIB).
“Dulu hanya 1 toko, sekarang sudah ada 17 toko. Cabang ada di beberapa daerah. Seperti di Turen, Dampit, Tumpang, Pakis, Bululawang, Kepanjen, Sawojajar, dan Lawang,” jelasnya.
Di tahun 2008, ekspansi bisnis Turen Indah Group merambah ke bidang properti, yakni Turen Indah Properti (TIP). Awalnya Ia hanya membeli tanah kavling di Tlogowaru. Karena, bisnis properti dirasa menjanjikan, ia kemudian membeli kavling lagi. Hingga sekarang ada 40 lokasi perumahan di wilayah Malang Raya, Gresik, Banyuwangi hingga di Papua yang sudah dimiliki oleh TIP.
Perumahan di TIP didesain dengan konsep modern minimalis, yang nyaman, strategis, terjangkau, dan juga berkualitas.
Pasang surut sebuah bisnis bagi Makhrus adalah hal yang lumrah. Tetapi, Ia mampu mengatasinya dengan baik bersama dengan timnya. Yakni mulai dari pengambilan keputusan hingga evaluasi secara berkala. Baik evaluasi harian, mingguan hingga bulanan.
Makhrus mengatakan tips dalam menjalankan bisnis yakni mencari SDM yang berintegritas, manajemen pemasaran, perpajakan, hingga manajemen keuangan.
“Yang namanya usaha, pengusaha harus memilih SDM yang seirama, integritas dan semangat tinggi. Karena, saya juga pernah terlalu percaya kepada karyawan, kurang amanah, uang tidak disetorkan ke kantor. Dari situ saya mendapat pelajaran bagaimana manajemen keunganan yang baik,” tuturnya.
Lebih lanjut, Ia menyarankan bahwa sebelum terjun ke dunia bisnis, seseorang harus menyiapkan mental terlebih dulu. Sebab, menurutnya mengutip dari Anthony Robbins bahwa dalam berbisnis adalah 80 persen psikologis, 20 persen adalah teknis. Maka, jangan takut dalam merintis usaha.
“Pertama jalankan, setelah itu evaluasi perbaikan berkelanjutan, kalau di saya evaluasi mingguan. Waktu evaluasi kita sebagai business owner harus hadir, jangan sampai kalau sudah punya usaha tidak pernah hadir dalam evaluasi untuk perbaikan berkelanjutan tadi,” jelasnya.
Ia juga berpesan, untuk tetap belajar dalam menjalankan bisnis. Belajar dapat didapatkan dari manapun, apalagi di era digital ini akses media sosial untuk belajar sangatlah luas.
“Sukses itu ketika kita pegang handphone untuk sesuatu yang bermanfaat, bukan hanya untuk hiburan,” pesan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Malang itu.
Pewarta: Rofia Ismania
Editor : Shuvia Rahma