Perwira dengan dua melati di pundaknya itu menyebut, media merupakan salah satu indikator kontrol sosial. "Hubungan kita adalah sebagai partner kerja, media sebagai kontrol sosial dan kontrol Polresta (Makota) juga," ujar pria yang akrab disapa BuHer itu.
Komitmen itu dibuktikan dengan kesiapan mantan Kapolres Batu itu untuk bersinergi dalam materi jejaring yang menjadi salah satu bahan uji dalam UKW PWI Malang Raya yang digelar di Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Budi Utomo itu.
"Saya siap menjadi jejaring kawan-kawan, dalam keadaan apapun siapapun yang WA (WhatsApp) atau telepon akan saya angkat," beber BuHer.
Tak hanya itu, BuHer juga berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh kepada PWI dalam pelaksanaan UKW gelombang kedua yang rencananya akan digelar pada Desember mendatang.
Sementara itu, Ketua PWI Jawa Timur Ainur Rohim menuturkan bahwa uji kompetensi wartawan merupakan tolok ukur utama dalam profesi kejurnalisan. "(UKW) ini adalah fit and proper test di jenjang dasar," terang Ainur.
Namun selain uji kompetensi, dia juga mendorong agar para wartawan terus berupaya untuk meningkatkan keterampilan dan kecakapan dalam dunia jurnalistik secara mandiri. "Wartawan harus banyak membaca buku, jangan hanya dari google saja," jelas Ainur.
UKW PWI Malang Raya berlangsung sejak 17 sampai 21 September mendatang di Kampus IKIP Budi Utomo.
Pewarta: Farik Fajarwati Editor : Farik Fajarwati