Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Hotel Bintang 4 Perdana di Kepanjen

Mahmudan • Sabtu, 27 November 2021 | 15:00 WIB
PROKES: Resepsionis Grand Kanjuruhan Resort Hotel and Convention Hall mempersilakan tamu untuk mensterilkan tangannya menggunakan cairan hand sanitizer. Kini mereka bersiap program promo untuk lebaran. (Ist)
PROKES: Resepsionis Grand Kanjuruhan Resort Hotel and Convention Hall mempersilakan tamu untuk mensterilkan tangannya menggunakan cairan hand sanitizer. Kini mereka bersiap program promo untuk lebaran. (Ist)
KEPANJEN - Menjadi hotel bintang 4 pertama yang beroperasi di Kepanjen merupakan tantangan tersendiri bagi Grand Kanjuruhan Resort Hotel and Convention Hall. Selama satu bulan beroperasi, hotel yang berada di Jalan Panglima Sudirman, Desa Ngadilangkung, Kecamatan Kepanjen itu mulai dikenal oleh berbagai kalangan.

Direktur Grand Kanjuruhan Resort Hotel and Convention Hall Deni Pangat mengatakan, sejauh ini pengunjung di hotel yang dikelolanya itu didominasi oleh tamu pemerintahan, serta kalangan bisnis. ”Karena sekarang masih pandemi dan berlaku aturan PPKM (pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat), jadi belum maksimal," ujar Deni saat di Loby Hotel Grand Kanjuruhan, kemarin (26/11).

Pria berusia 37 tahun itu menyebut, okupansi maksimal di Hotel Grand Kanjuruhan bisa menembus 30 persen saat weekend. Akhir tahun ini, target tersebut diharapkan bisa meningkat.

Sebagai pioneer hotel bintang 4 di Kepanjen, beberapa rencana pengembangan kini masih digodok oleh pengelola. Salah satunya bersinergi untuk meningkatkan potensi wisata di kabupaten Malang. "Kami akan bekerja sama dengan pihak terkait untuk menyediakan paket menginap sambil berwisata ke pantai atau tempat wisata lainnya yang ada di kabupaten. Jadi sambil menginap, mereka juga bisa sambil berwisata," beber Deni.

Hal ini disebut sebagai strategi mutualisme antara pengelola hotel dengan pemerintah daerah (pemda). "Jadi selain kami untung, pemerintah juga mendapat peluang untuk menambah PAD (pendapatan asli daerah)," tambahnya.

Hal ini sesuai dengan visi awal pendirian hotel, yakni menjadi bagian dari pembangunan Ibu Kota Kabupaten Malang, Kepanjen. Di samping juga menjadi sarana agar dana daerah di Bumi Kanjuruhan tidak perlu keluar. "Jadi ketika ada tamu pemerintahan maupun pebisnis dan wisatawan, tidak perlu lagi mencari penginapan di Kota Malang ataupun Kota Batu," imbuh Deni Editor : Mahmudan
#hotel #Kabupaten Malang #diskon