Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pemerintah Cari Lahan Sawah 40 Hektare

Mahmudan • Sabtu, 4 Desember 2021 | 14:52 WIB
PERTANIAN: Lahan persawahan di Desa Mojosari, Kecamatan Pakisaji ini dipertahankan agar tidak tergerus. Selain itu, pemkab juga membidik lahan di Kromengan dan Jabung sebagai lahan pengganti jika penghijauan di ibu kota menyusut.
PERTANIAN: Lahan persawahan di Desa Mojosari, Kecamatan Pakisaji ini dipertahankan agar tidak tergerus. Selain itu, pemkab juga membidik lahan di Kromengan dan Jabung sebagai lahan pengganti jika penghijauan di ibu kota menyusut.
KEPANJEN – Seiring dengan upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang mendatangkan investor untuk membangun Kepanjen, lahan pertanian di ibu kota Kabupaten Malang itu berpotensi menyusut. Karena itu, Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang bersiap-siap mencari lahan hijau sebagai pengganti. Tujuannya agar Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) tidak berkurang.

Kepala DTPHP Kabupaten Malang Budiar Anwar menuturkan, pihaknya telah memetakan lahan sawah baru sebagai pengganti. "Lokasinya ada di Kecamatan Kromengan dan Kecamatan Jabung. Kalau tidak salah hampir 40 hektare," kata Budiar, kemarin (3/12).

Seperti diketahui, pergeseran lahan pertanian menjadi kawasan permukiman maupun industri merupakan hal yang tidak terelakkan saat investasi masuk. Secara keseluruhan, Budiar mengatakan, luas LP2B di Kabupaten Malang berada pada angka 45.888,23 hektare.

Selain di Jabung dan Kromengan, Budiar menyebut, lahan pertanian potensial juga ada di Kecamatan Donomulyo. "Di sana tanamannya jagung, tapi tetap masuk kategori tanaman pangan," katanya.

Namun Budiar juga tidak menampik bahwa ada beberapa faktor yang menyebabkan pihaknya kesulitan mencetak sawah baru. "Yang utama, kami terkendala alat berat, sehingga ke depan kami akan menggandeng cipta karya (DPKPCK) dan PUSDA untuk membuat lahan sawah baru," sambung Budiar.

Selain itu, mantan Kabag Humas Setda Kabupaten Malang itu juga menyiapkan strategi guna mencapai target produksi tanaman pangan. "Tanaman pangan ini kan tidak hanya padi. Ada jagung, kedelai, singkong, pisang, porang, sukun, ganyong, dan masih banyak yang lain," terang Budiar. Sebab masing-masing tanaman tersebut juga punya kecenderungan produktivitas yang baik pada kondisi lahan maupun klimatologi yang berbeda di setiap daerah. Editor : Mahmudan
#Pengganti Lahan Ibu Kota #Kabupaten Malang #Persawahan