Saat mengikuti audisi Indonesian Idol 2020 lalu, Nabila Vadaq masih berusia 19 tahun.
Ajang itu adalah lomba menyanyi yang perdana baginya. Pada babak awal, dia mendapat lima ’yes’ dari semua juri. Langkahnya berlanjut ke tahap penyisihan. Dua babak awal berhasil ditaklukkan Nabila. Sayangnya, di putaran ketiga dia harus pulang ke Kota Malang. Sejak saat itu, kariernya sebagai musisi daerah melejit. Meskipun singkat, perjuangannya untuk meraih posisi 38 besar Indonesian Idol diwarnai banyak hal baru. ”Awalnya aku lihat pengumuman audisi di IG (Instagram) terus iseng ikut audisi online. Waktu itu upload lima video nyanyi di Me Tube, lalu dapat undangan untuk audisi langsung di Jakarta,” cerita dia.
Saat itu, kasus Covid-19 di Jakarta sedang tinggi-tingginya. Namun gadis kelahiran 12 Mei 2001 itu sama sekali tidak ragu untuk terus melangkah. ”Aman kok, dari masuk karantina sampai balik ke Malang selalu tes PCR dulu. Prokes (protokol kesehatan) di tempat karantina juga ketat. Aku dan peserta lain harus pakai masker dan face shield,” kata dia.
Selama karantina, semua alat komunikasi seperti handphone disita oleh panitia. Itu membuat Nabila bisa benar-benar fokus mempersiapkan penampilan terbaiknya. ”Sebelum masuk karantina sempat kaget soalnya disuruh mencatat lirik di kertas, jadi fokus banget. Biar nggak bosan aku selalu bawa gitar buat mengisi waktu luang,” kata dia. Gadis penyuka musik jazz itu memang gemar bermain gitar. Sejak duduk di bangku SMP, dia aktif mempelajari teknik bermain gitar. ”Modalnya dulu video tutorial dari YouTube,” kata dia.
Sudah lebih dari satu tahun sejak Nabila tampil di Indonesia Idol, keseharian gadis kelahiran Jogjakarta itu tak banyak berbeda. Kini hari-harinya lebih sering diisi dengan tugas-tugas kuliah. Di sela-sela aktivitas di bangku kuliah tersebut, dia juga aktif di dunia entertainment. Nabila kini turut menjadi model sekaligus penyanyi.
Tak sekali dua kali dia mendapat undangan untuk menjadi guest star di acara-acara pernikahan atau pameran. Dia sudah mengisi panggung di sejumlah daerah. Selain Malang, juga di Sidoarjo dan Surabaya. Pemuda yang suka sekali dengan lagu-lagu lawas itu juga senang mengunggah rekaman saat dia bernyanyi di akun YouTube. ”Kalau lagi mood aku biasanya nge-cover lagu-lagu yang sad vibes (nuansa sendu),” jelas Nabila.
Perempuan blasteran Indonesia-Yaman itu memang berparas jelita. Postur tubuhnya ramping dan tinggi semampai. Rambutnya panjang bergelombang. Senyumnya yang lebar membuat dia dikenal sebagai pribadi yang periang. Modal itu juga lah yang mengantarkan Nabila ke dunia modelling. ”Dari TK aku memang suka ikut lomba fashion show, catwalk, dan photo shoot. Sampai pernah jadi bintang iklan dan tampil di cover majalah,” tuturnya.
Sampai sekarang, mahasiswi public relation (PR) Universitas Binus Malang itu sesekali berkegiatan sebagai model. Gadis berzodiak Taurus itu memang cukup ulet. ”Aku kalau ingin sesuatu harus dikejar sampai bisa,” tegasnya. Prinsip itu turut mendapat dukungan penuh dari ibunya.
Saat ditanya mengenai mana yang lebih serius dikembangkan, Nabila memilih musik dan pendidikan. Cita-citanya sederhana tapi bermakna, yakni ingin bermanfaat bagi orang banyak. Di pengujung tahun ini, dia juga menyampaikan beberapa resolusinya. ”Di tahun 2022 aku ingin lebih bisa ngembangin diri, khususnya di bidang musik dan pendidikan,” tutupnya. (nj3/by) Editor : Mardi Sampurno