”Kalau dari segi jumlah kami belum bisa memastikan apakah bertambah atau justru berkurang karena monitoring (secara) berkala ini baru kami lakukan sejak 2021. Jadi perbandingannya baru diketahui pada 2022," ujar Founder Profauna Rosek Nursahid, kemarin (2/2).
Dari 96 jenis fauna yang terdata, katanya, masing-masing terdiri dari 80 jenis burung, 11 mamalia dan 5 reptil. Untuk kategori satwa langka, pro fauna mencatat ada empat jenis satwa di Pulau Sempu. Di antaranya beberapa jenis burung dari keluarga rangking, seperti Kangkareng perut putih atau anthracoceros albirostris, julang mas atau rhyticeros undulatus, dan rangkok badak atau buceros rhinoceros.
"Kalau untuk jenis mamalia ada lutung Jawa yang menjadi satwa endemik. Hanya ditemukan di Pulau Jawa dan Bali," tambah Rosek.
Selain burung rangkong, jenis burung lain yang dijumpai antara lain elang ular, elang laut perut putih, serak Jawa, dan serindit Jawa. Selain itu, juga ada jenis takur tenggeret, takur tulungtumpuk, takur ungkut-ungkut, paok pancawarna, pelanduk semak, dan delimukanzamrud.
Sedangkan 11 jenis mamalia, yang ditemukan di cagar alam Pulau Sempu adalah kijang, kancil, babi, jelarang, lutung Jawa, monyet ekor panjang, kucing tandang, dan trenggiling.
Sementara dari golongan reptil, tercatat ada 5 jenis. Yakni ular pucuk, ular tambang, penyu sisik, cicak terbang, dan tokek.
Yang masih mereka dalami, yakni penelusuran keberadaan satwa jenis macan tutul. Rosek menyebut, bukti-bukti fisik tentang keberadaan hewan karnivora tersebut telah ditemukan di beberapa titik. "Seperti cakar di pohon dan jejak kaki, tapi kami belum berani memastikan itu macan atau bukan. Saat ini tim kami masih memasang kamera trap," tandas Rosek.(iik/dan) Editor : Mahmudan