Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disparbud Kabupaten Malang Dr Made Arya Wedanthara mengatakan, pihaknya mengimbau para pengelola destinasi wisata untuk meningkatkan kewaspadaan. ”Pelaksanaannya kurang lebih sama dengan ketika pertama kali PPKM (pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat) diturunkan levelnya. Meski pengunjung sudah banyak yang divaksin, tapi tetap Omicron ini lebih cepat penularannya," kata Made.
Penggunaan aplikasi PeduliLindungi serta protokol kesehatan (prokes) juga terus dipantau. Tidak hanya berlaku untuk pengunjung, bapak tiga anak itu juga meminta komitmen pengelola untuk mendukung program pemerintah. "Apa yang sudah menjadi ketetapan, laksanakan. Sekarang wisata sudah diizinkan buka meski dengan pembatasan. Yang jelas, jangan sampai tempat wisata ini justru menjadi klaster," tegas dia.
Komitmen serupa juga disampaikan Manajer Operasional Flora Wisata Santerra de La Fonte Pujon Viqi Listiawan. Kartu vaksin dan scan aplikasi PeduliLindungi menjadi syarat mutlak yang harus dimiliki pengunjung untuk bisa berlibur di wisata tersebut.
”Di awal sebelum ada vaksinasi, penggunaan barcode (aplikasi) bagi kami memang berat. Kalau sekarang Alhamdulillah sudah mulai terbiasa dan pengunjung juga sudah sadar," kata Viqi, kemarin.
Tak hanya di pintu masuk, pihaknya juga membentuk satgas. Tugasnya mengawasi pelaksanaan prokes di flora wisata tersebut. Mulai pengecekan suhu, penggunaan masker, menjaga jarak, dan sarana prasarana penunjang seperti tempat cuci tangan.
"Untuk satgas kami jadikan satu dengan tim security (keamanan), terutama saat weekend mereka akan berpatroli untuk meningkatkan intensitas pengawasan agar pengunjung tetap taat dengan prokes," terang Viqi.
Untuk kunjungan, Viqi menuturkan bahwa sampai saat ini jumlah wisatawan berkisar antara 60 persen sampai 70 persen. "Alhamdulillah sudah mulai ada peningkatan meskipun belum optimal," ujar dia.(iik/dan) Editor : Mahmudan