Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

APBD Pemkab Malang Tak Mampu Biayai Revitalisasi Pasar Lawang

Mahmudan • Sabtu, 19 Februari 2022 | 16:30 WIB
Bupati Malang H M. Sanusi saat meninjau pasar relokasi yang baru dibangun, pada 2019 lalu
Bupati Malang H M. Sanusi saat meninjau pasar relokasi yang baru dibangun, pada 2019 lalu
LAWANG – Proyek revitalisasi Pasar Lawang masih terkatung-katung. Sejak terbakar pada 2019 lalu, hingga kini belum ada kejelasan kapan diperbaiki. Akibatnya, ratusan pedagang terdampak bertahun-tahun berjualan di pasar penampungan sementara. Belum ada kepastian kapan bisa boyongan ke gedung baru.

”Kayak di Pasar Lawang ini sampai dua tahun masih ada (berjualan) di penampungan sementara. Dan pembangunannya kembali masih belum jelas,"  ujar Bupati Malang Drs H M. Sanusi MM, kemarin.

Kondisi itu berbeda dengan pasar bululawang. Belum genap dua bulan terbakar, Senin lalu (14/2) sudah dimulai perbaikan kios dan lapak yang terbakar. Biaya revitalisasi pasar ditanggung dari dana corporate social responsibility (CSR) perusahaan-perusahaan di Bumi Kanjuruhan. Setidaknya sudah ada satu perusahaan yang berkomitmen akan mengucurkan CSR-nya, yakni Bank Jatim Cabang Kepanjen. Kemungkinan nanti ada perusahaan lain yang sanggup mengulurkan dana untuk Pasar Bululawang. Apalagi, revitalisasinya diperkirakan bakal menghabiskan dana Rp 500 juta.

Untuk diketahui, revitalisasi Pasar Lawang bakal menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Namun suntikan dana tersebut terpaksa tertunda akibat refocusing anggaran yang merupakan buntut dari pagebluk Covid-19. Sementara pasar bululawang tidak mengandalkan APBN maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), tapi CSR perusahaan.

Apakah Pasar Lawang juga akan mengadaptasi pola revitalisasi di Pasar Bululawang? Sanusi menyebut bahwa kemungkinan itu masih terbuka. "Saya berharap bisa begitu untuk (pasar) yang kena musibah. Tapi kalau permanen kan nggak mungkin karena biayanya besar," sambung Sanusi.

Meski demikian, pihaknya optimistis masih ada jalan yang bisa mereka lakukan untuk percepatan revitalisasi di Pasar Lawang. Yang pasti bukan lewat APBD. Sebab, total anggaran yang dibutuhkan untuk membangun kembali Pasar Lawang cukup besar. Diperkirakan butuh Rp 120 miliar untuk membangun sisi Utara dan Selatan. Pada desain yang diajukan, dua bangunan tersebut akan dihubungkan dengan jembatan layang.

Terpisah, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Malang Agung Purwanto mengatakan, program pembangunan ulang pasar induk tersebut sudah direncanakan untuk direalisasikan pada tahun 2020 lalu. Namun, karena situasi pandemi dan kebijakan refocusing anggaran, pekerjaan yang diprediksi bakal menjadi megaproyek tersebut ditunda sementara.

”Tahun ini kami sudah koordinasi lagi dengan Kementerian Perdagangan (terkait revitalisasi Pasar Lawang). Semoga bisa segera terlaksana,” ujar Agung.

Dia menambahkan, dari segi kebutuhan, revitalisasi Pasar Lawang urgen untuk segera dilakukan. Sebab, kebakaran yang terjadi hampir dua tahun lalu tersebut juga berpengaruh terhadap struktur bangunan pasar. Jika tidak segera diperbaiki, dikhawatirkan kondisi tersebut justru membahayakan pedagang maupun pembeli yang melakukan transaksi di sana. (iik/dan) Editor : Mahmudan
#lawang #pasar tradisional #cabut remisi pembunuh jurnalis