Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pengangguran Meningkat, Pemkot Batu Arahkan Warganya Kerja ke Luar Kota

Mardi Sampurno • Minggu, 27 Februari 2022 | 17:28 WIB
ILUSTRASI: Kondisi pandemi dan cuaca serta bencana alam di Kota Batu juga berpengaruh terhadap kelangsungan bekerja para awak angkot. (dok/radar malang)
ILUSTRASI: Kondisi pandemi dan cuaca serta bencana alam di Kota Batu juga berpengaruh terhadap kelangsungan bekerja para awak angkot. (dok/radar malang)
KOTA BATU-Di Kota Batu, jumlah pengangguran memang tidak sebanyak di Kota Malang, apalagi Kabupaten Malamg. Namun menjadi ironi karena sebenarnya peluang kerja di Kota Batu sebelum pandemi cukup besar. Banyak hotel dan tempat wisata yang bisa menyerap tenaga kerja.

Namun Covid-19 mengubah semuanya. Jumlah pengangguran yang ada di Kota Batu tiap tahun terjadi peningkatan. Pada 2019 terdapat 2839 orang. Kemudian di tahun 2020 terdapat lonjakan yang cukup signifikan hampir 3 kalinya yakni 7.097 orang. Terakhir pada tahun 2021 lalu jumlah pengangguran bertambah sebanyak 8101 warga.

“Memang total pengangguran ini tiap tahun bertambah dan jadi PR bagi kami. Karena rata-rata lulusan sekolah di Kota Batu enggan untuk mengambil tawaran di luar Kota Batu sendiri. Mereka sepeti kadung nyaman dengan Kota Batu,” kata Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Tenaga Kerja (DPMPTSPNaker) Kota Batu Suyanto.

Sebagai salah satu solusi, pihaknya bertugas mendampingi warga proses pendaftaran saja kartu prakerja. Kemudian kebanyakan pendaftar juga mendaftar prakerja secara mandiri. ”Tapi untuk data pendaftar prakerja tahun 2020 kami memiliki, dan total pendaftara sebanyak 84 orang,” ucap Suyanto.

Dari data yang ada, pendaftar prakerja di tahun 2020 kebanyakan terkena imbas awal pandemi. Karena banyak  pekerja yang dirumahkan. Sebagian besar mereka dulunya bekerja di area wisata yang menjadi mata pencarian utama masyarakat. Namun ada juga yang dirumahkan dari perhotelan hingga baru lulus sekolah mendaftar kartu prakerja tahun 2020 lalu.

Saat ini persaingan para pencari kerja di Kota Batu kian ketat. Sementara lowongan kerja yang tak begitu banyak. ”Peminat para pencaker tentang lowongan kerja di Kota Batu itu sangat banyak,  yang malah menjadi tumpukan karena lulusan asli Kota Batu bersaing dengan orang mana-mana,” ungkapnya.

Sementara itu kebanyakan lowongan kerja yang ada di Kota Batu hanya seputar dunia wisata dan perhotelan. “Padahal lulusan kita itu banyak yang dari jurusan pertanian, sehingga hal itu tidak sebanding dengan jenis loker yang ada. Di samping itu para lulusan jurusan pertanian ini sendiri banyak yang enggan terjun langsung ke lapangan saat sudah lulus. Imbasnya ya terjadi lonjakan pengangguran, di samping akibat pandemi saat ini,” beber dia kembali.

Fenomena tersebut membuat bidang tenaga kerja banjir pesanan dari kepala sekolah tingkat atas dan kejuruan untuk bisa memberikan motivasi pada siswanya aAgar mau bekerja di luar Kota Batu.

Guna mengakomodir adanya lowongan pekerjaan yang bisa dilihat dan diakses oleh para pencaker (pencari kerja) di Kota Batu, Pemkot sendiri belum memiliki website atau situs resmi. “Jadi untuk lowongan kerja itu kami share di grup BKK (Bursa Kerja Khusus) selama website resmi tentang lowongan kerja di Kota Batu belum ada,” urainya.

Lebih lanjut terkait total para pencari kerja (pencaker) di Kota Batu pada tahun 2020 terdapat 59 orang yang terdaftar di data dinas. Dengan rincian 22 orang pencaker laki-laki dan 37 orang pencaker perempuan. Dominasi pencaker pada tahun 2020 ada pada lulusan SMA/SLTA sebanyak 31 orang. “Kalau tahun 2021 pencaker terdaftar hanya 51 orang saja,” serunya. (adn/fin/fif/abm) Editor : Mardi Sampurno
#Kerja ke Luar Kota #radar malang #pemkot batu #Pengangguran