Di Terminal Arjasari contohnya. Terminal tipe A tersebut masih mencatat penumpang yang bepergian didominasi trayek antar kota dalam provinsi (AKDP). Tujuan Surabaya dan Jember masih cukup mendominasi. “Kalau digabung sama bus AKAP (antar kota antar provinsi) masih di angka 900 penumpang per hari. Sama kayak biasanya,” kata Pengawas Lapangan Terminal Tipe A Arjosari Mustakim.
Untuk bus AKAP, Mustakim memprediksi para penumpang sudah naik dari pool atau garasi perusahaan bus yang dinaiki. Ketika transit di terminal, mayoritas bus hanya mengambil penumpang yang telah pesan tiket di sana. Meski demikian, tetap saja bus AKAP dari berbagai tujuan masih terbilang sepi. ”Ya mau bagaimana lagi, kondisi Covid-19 kayak gini pasti ada alasan masyarakat enggan bepergian,” terang Mustakim.
Hal yang sama juga terjadi di Stasiun Malang Kota Baru. Sepi dan tak ada bedanya dengan hari biasa nampak terlihat di stasiun tersebut. Humas PT KAI Daop 8 Surabaya Luqman Arif menjelaskan mayoritas penumpang dalam tiga hari terakhir didominasi KA lokal. ”Paling banyak ya masih Pasuruan dan Surabaya yang selalu habis diserbu penumpang,” bebernya.
Luqman menambahkan, total penumpang per hari mencapai sekitar 2 ribu orang. Jumlah itu sudah termasuk dengan penumpang KA jarak jauh dengan tujuan seperti Jakarta. Meski terbilang sepi, tetap saja pihaknya mengimbau para penumpang untuk menjaga prokes di dalam KA. (adn/nay)
Editor : Mardi Sampurno