Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Penyebaran di Kabupaten Capai 9.169 Kasus dengan Angka Kematian Rendah

Mardi Sampurno • Jumat, 4 Maret 2022 | 21:13 WIB
TAAT PROKES:  Tiga warga  Kota Malang  berjalan  di depan  kawasan  Malang  Plaza sambil  mengenakan  masker  kemarin.  Selain vaksin,  masker masih  menjadi  andalan untuk  mengendalikan  penyebaran  Covid-19. (Darmono/Radar Malang)
TAAT PROKES: Tiga warga Kota Malang berjalan di depan kawasan Malang Plaza sambil mengenakan masker kemarin. Selain vaksin, masker masih menjadi andalan untuk mengendalikan penyebaran Covid-19. (Darmono/Radar Malang)
KABUPATEN-Kabar baik terkait angka kematian yang rendah dampak penyebaran virus omicron juga terjadi di Kabupaten Malang. Varian omicron yang menular sangat cepat sejak Januari hingga awal Maret 2022 itu mencapai 9.169 kasus. Namun angka kematian yang terjadi akibat serangan virus itu sudah sangat rendah.

Berdasar data Satgas Covid-19 Jatim per 1 Januari sampai 2 Maret 2022, angka jumlah pasien sembuh Covid-19 di Kabupaten Malang tercatat 7.439 kasus. Artinya, angka kesembuhan mencapai 81,13 persen. Begitu juga dengan angka kematian akibat Covid-19 selama dua bulan terakhir. Tercatat hanya 20 pasien atau 0,21 persen.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang drg Arbani Mukti Wibowo mengatakan bahwa penanganan Covid-19 saat ini fokus pada rumah sakit dan isolasi mandiri. Bagi yang terpapar covid-19 dengan gejala ringan, mereka bakal isoman.

”Yang harus menjalani perawatan di rumah sakit hanya 150 sampai 170-an. Itu angka dinamis. Tetapi, paling tinggi masih 170 pasien. Catatan kami, bed occupancy rate (BOR) Kabupaten Malang, maksimal 53 persen,” jelas Arbani. Menurutnya, kebanyakan pasien yang masuk rumah sakit adalah komorbid.

Dalam hitungan kasar, jumlah pasien masuk rumah sakit 10 persen saja. Itu dihitung dari angka tertinggi pasien Covid-19 di RS versus kasus aktif 1.735 pasien. Sedangkan, pasien dengan kasus aktif tetapi gejala ringan dan isoman, mencapai 90 persen.

”Dalam kasus pasien meninggal, kebanyakan adalah komorbid. Yang meninggal tanpa vaksinasi dan vaksinasi tidak lengkap paling banyak. Sedangkan yang meninggal karena komorbid dengan vaksinasi lengkap sangat sedikit,” tambah Arbani. Satgas Covid-19 Kabupaten Malang mencatat data komorbid terbanyak adalah diabetes, diikuti hipertensi, jantung, dan penyakit lainnya.(and/fin/fif/fat) Editor : Mardi Sampurno
#Angka Kematian Rendah #COVID-19 #Penyebaran Virus #Kabupaten Malang