Pemilik rumah yang menemukan bayi itu adalah Puspa Panda, 23, warga Jalan Pahlawan, Gang IV, RT 2, RW 3, Kelurahan Balearjosari, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Pagi itu, sebelum azan subuh berkumandang, Puspa terbangun karena anaknya merengek minta susu. Saat melangkah ke dapur untuk membuatkan anaknya susu formula,Puspa mendengar suara tangisan bayi. Suara tersebut sangat lirih.
Mengetahui tangisan itu bukan suara anaknya, dia bergegas keluar rumah untuk memastikan sumber rintihan bayi.Begitu membuka pintu rumah, Puspa mendapati bayi mungil tergeletak di atas rak sepatu miliknya.
Dengan gemetar karena takut dan kaget, Puspa membawa bayi tersebut masuk ke dalam rumahnya.Perempuan asli Pasuruan itu pun langsung mengambil selimut untuk menghangatkan suhu tubuhbayi laki-laki itu.”Kasihan, bayi itu kelihatan kedinginan,” ujarPuspa yang mengaku panik saat pertama kali menemukan bayi tersebut.
Saat ditemukan pertama kali, bayi itu dalam kondisi relatif bersih.Hanya ada sisa darah di bagian paha kanan dan kirinya serta sisa lemak di beberapa bagian tubuhnya.
Sekitar pukul 08.00, Puspa bersama ibunya memberitahukan penemuan bayi itu kepada warga sekitar.Dalam hitungan menit, warga yang saat itu sedang kerja bakti langsung berbondong-bondong mendatangi rumah Puspa.Mereka penasaran dengan sosok bayi yang dibuang itu.
Salah seorang warga yang bekerja sebagai bidan di Rumah Sakit Mutiara Bunda, turut datang untuk melihat kondisi bayi. Bidan bernama TheresiaOkirahayu itu langsung membantu memandikan sang bayi. Oki, sapaan akrab bidan tersebut, menduga bayi yang ditemukan Puspa baru lahir dalam hitungan jam.Sebab dia masih menemukan sisa darah, lemak.Ada juga kotoran bayi yang masih menempel di beberapa bagian tubuh. Namun secara keseluruhan, bayi dengan berat 3 kilogram dan panjang sekitar 50 centimeter itu dalam keadaan sehat.
Kini, bayi tersebut dirawat oleh NurulMuafidah.Perempuan yang akrab disapa Fidah itu mengaku turut membantu memakaikan baju ke tubuh bayi setelah i dimandikan oleh Bidan Oki. Setelah itu, dia a langsung memberikan air susu ibu (ASI) pada bayi tersebut. “Kasihan banget, bayi itu kelihatan haus sekali. Untung saya masih bisa kasih ASI,” ujarnya.
Banyak warga yang menduga pelaku pembuangan bayi tersebut adalah orang yang tidak jauh dari lokasi kejadian.Dugaan itu berdasar pemilihan waktu yang sangat sepi dan pemahaman pelaku tentang kebiasaan warga sekitar. Karena itu, tidak seorang pun tahu bayi itu diletakkan di depan rumah Puspa.
NamunFidah memiliki dugaan lain. Menurutnya, justru pelaku sebenarnya malah tidak mengenali u medan. Sebab, jalan ke rumah Puspa merupakan gang buntu. ”Mungkin karena gangnya buntu, kemudian bayi itu ditaruh begitu aja,” ujarnya.
Saat ini, kasus tersebut juga ditangani oleh Polresta Malang Kota.Kapolsek BlimbingKompolYanuar Rizal Ardianto mengatakan, pihaknya saat ini tengah memprioritaskan kesehatan bayi tersebut.”Untuk itu tadi kami langsung bawa ke Rumah Sakit Saiful Anwar untuk memastikan kondisinya,” ujarnya.
Pria yang akrab disapa Rizal itu juga mengimbau warga sekitar untuk turut mengawal kasus tersebut. “Apabila mendapat informasi terkait pelaku pembuangan bayi tersebut, kami harap warga segera melapor,” tutupnya. (dre/fat)
Editor : Mardi Sampurno