Bupati Malang H M. Sanusi mengatakan, pemerintah pusat sudah menurunkan status Kabupaten Malang dari sebelumnya PPKM level 3, kini turun menjadi 2. Dia mengaku gembira dengan kabar baik ini. "Kita sudah masuk PPKM level 2. Tambahan pasien positif makin sedikit. BOR (Bed Occupancy Rate) juga rendah, BOR isolasi 14 persen, BOR ICU 11 persen," ujar Sanusi, kemarin.
Selain BOR, data Satgas Covid-19 Kabupaten Malang per 21 Maret menunjukkan tambahan pasien positif hanya 26 orang sehari. Kemudian, jumlah kesembuhan sebanyak 29 orang. Secara konsisten, kata Sanusi, jumlah tambahan kasus positif tidak pernah lebih dari 100 sehari.
Sejak 13 Maret lalu, jumlah tambahan kasus positif antara 16 sampai 60-an kasus sehari. Ini tentu berbeda dengan paparan Covid-19 pada awal Maret lalu. Saat itu, kasus baru bisa sampai 150-an sehari.
Sanusi meyakini tren penurunan kasus positif ini akan terus terjadi di Kabupaten Malang. "Soal kapan Kabupaten Malang zero Covid-19, akan kita lihat nanti. Yang jelas harus tetap protokol kesehatan. Pakai masker, jaga jarak, hand sanitizer, dan hindari kerumunan harus jalan terus," sambung Sanusi.
Sementara itu, Kadinkes Kabupaten Malang drg Arbani Mukti Wibowo sepaham dengan bupati. Menurutnya, Kabupaten Malang masih harus berjuang agar bisa zero Covid-19. Tren paparan yang menurun selama sepekan terakhir juga harus dijaga secara konsisten.
Dengan begitu, misi Kabupaten Malang zero Covid-19 bisa semakin dekat untuk diwujudkan. "Kita masih belum zero Covid-19. Masih ada tambahan kasus positif. Tetapi jumlahnya semakin sedikit, berbeda dengan beberapa pekan lalu," ujar Arbani. (fin/dan) Editor : Mahmudan