Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Jembatan Pelangi, Tingkatkan Daya Dukung Wisata dan Ekonomi

Mahmudan • Sabtu, 9 April 2022 | 02:47 WIB
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (kiri) saat meresmikan jembatan pelangi di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, kemarin.
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (kiri) saat meresmikan jembatan pelangi di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, kemarin.
KABUPATEN- Harapan indah  dilontarkan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat meresmian jembatan pelangi. Seperti namanya, jembatan ini akan menjadi representasi sukacita para wisatawan yang bakal melancong ke pesisir pantai selatan Kabupaten Malang.

“Kalau jurang mayit itu belum apa-apa sudah seram. Tetapi, kalau pelangi kan indah,” kata Khofifah.

Dia juga menaruh asa masa depan perekonomian Malang selatan bisa terangkat. Karena, masih kata Khofifah, kemiskinan tertinggi masih berada di wilayah Malang selatan. Dengan jembatan ini, koneksi menuju Jalur Lintas Selatan (JLS) akan terbangun. Meskipun, masih ada pekerjaan lanjutan sirip arteri Gondanglegi-Bantur.

“Saya rasa kita semua berharap koneksitas seluruh titik Jawa Timur tersambung dengan baik, termasuk Malang selatan. Sebab,  kalau  bilang tingkat kemiskinan tertinggi ada di Malang, orang pasti kaget. Dengan koneksi jalur ini, saya rasa akan ada kemajuan-kemajuan,” sambungnya.

Sanusi pun mengakui, dampak jembatan pelangi dan perbaikan jalur Gondanglegi-Bantur akan besar. Utamanya bagi perekonomian.

“Kita semua tahu pantai selatan Malang sepanjang 130 kilometer. Pemandangannya juga lebih indah daripada pantai Kuta di Bali. Apalagi, JLS sudah selesai. Ke depan semoga bisa menghubungkan Malang dengan Blitar dan Lumajang," beber Sanusi. "Kalau boleh usul, kepras tebing saja daripada bikin terowongan, lebih murah,” sambungnya.

Dalam kesempatan itu, Sanusi juga menunjukkan jalan rusak di sepanjang Gondanglegi-Bantur yang dilintasi Khofifah menuju jembatan. Menurut Sanusi, Kementerian PUPR sudah berencana mengucurkan anggaran sampai Rp 600 miliar untuk memuluskan jalur tersebut.

“Jalan rusak itu karena alat berat bangun JLS. Janjinya mau dibenahi, tetapi tidak Cuma diperbaiki. Pemerintah pusat juga menjadikannya jalan nasional,” kata Sanusi. Kepala

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Kabupaten Malang Ir Romdhoni menegaskan, jika  seluruh desain jalan Malang selatan finish, maka jarak tempuh akan semakin singkat.

“Gondanglegi-Bantur termasuk dalam rencana umum jaringan jalan strategis nasional. Panjangnya 33 kilometer dan menjadi arteri JLS. Kalau selesai, dari Malang ke Bantur tidak lagi dua jam. Bisa-bisa tidak sampai satu jam. 2023 Insyallah akan dibangun,” ucap Romdhoni saat melaporkan konsep pola ruang tata jalan Malang selatan.

Gondanglegi-Bantur dan jembatan Pelangi, lanjit dia, merupakan satu dari tiga sirip pendukung JLS. Kawasan ini termasuk bagian tengah. Sisi timur menghubungkan Turen hingga Sendangbiru,  sedangkan arteri barat adalah Kepanjen-Donomulyo. (fin/nen) Editor : Mahmudan
#gubernur jatim #bantur #Kabupaten Malang #jembatan pelangi