Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Bermotif Asmara, Mahasiswa FK UB Ini Diduga Tewas Dicekik

Mardi Sampurno • Minggu, 17 April 2022 | 16:00 WIB
ilustrasi pembunuhan (ist)
ilustrasi pembunuhan (ist)
SURABAYA-Dugaan sementara, Bagus Prasetya Lazuardi, 25 tahun,  itu tewas akibat dicekik. Jenazahnya kemudian dibuang di pinggir Jalan Raya Purwodadi, Pasuruan. Menurut informasi yang beredar, motif pembunuhan adalah cemburu.

ZI selama ini disebut menaruh hati dengan anak tirinya. Totok tidak menampiknya ketika dikonfirmasi. Hanya, dia juga tidak langsung membenarkannya. “Beri kami waktu untuk menuntaskan pemeriksaan dulu,” katanya.

Photo
Photo
SEMASA HIDUP: Bagus Prasetya Lazuardi semasa hidup. Dia ditemukan tak bernyawa di Purwodadi, Pasuruan pada (12/4) lalu. pelaku pembunuhannya telah diringkus oleh polisi. (ist)

Jasad korban sebelumnya ditemukan Selasa (12/4). Lokasinya di semak belukar pinggir jalan. Melalui proses otopsi, polisi memastikan kematiannya karena dibunuh. Di lokasi penemuan mayat, petugas tidak menemukan kartu identitas. Belakangan, polisi mengidentifikasinya sebagai Bagus. Dia merupakan mahasiswa kedokteran di Universitas Brawijaya Malang yang dilaporkan hilang sejak Jumat (8/4).

Setelah menangkap pelaku yang terlibat dalam pembunuhan Bagus Prasetya Lazuardi, 25, Polda Jatim langsung menggelar rekonstruksi. Sabtu (16/4/2022) dini hari, rekonstruksi dilakukan di tempat jasad Bagus dibuang. Yaitu di Desa/Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan. Dari informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, proses rekonstruksi digelar di dua lokasi berbeda. Pertama di Malang. Karena kuat dugaan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB) Malang itu dihabisi di Malang. Baru kemudian rekonstruksi digelar di lokasi kedua. Yaitu, di semak-semak lahan kosong yang ada di Desa/ Kecamatan Purwodadi.

Pantauan Jawa Pos Radar Bromo, rekonstruksi di Purwodadi baru digelar pukul 01.05. Hari itu, rekonstruksi dilakukan khusus untuk mengetahui proses dibuangnya jasad korban di lahan itu. Sebanyak tujuh mobil datang beriringan. Di antaranya sebuah mobil yang mengangkut motor Yamaha Mio nopol N 5342 BAX. Ada pula sebuah mobil Toyota Innova yang disinyalir milik korban. Dari dalam Innova itu, keluar laki-laki dengan tangan diborgol. Berperawakan kurus, rambut cepak dan tinggi sekira 165 sentimeter. Begitu keluar dari Innova, dia pun memperagakan adegan membuang jasad Bagus.

Proses rekonstruksi diawali saat Innova masuk ke lahan kosong, bekas bongkaran kantor proyek. Innova masuk dengan posisi mundur dari jalan. Lalu, pelaku memperagakan cara dia membuang jasad dokter muda itu. Awalnya, pelaku keluar dari mobil. Lalu membuka pintu tengah sisi kanan. Dia lantas mengambil jasad korban yang diletakkan di bagian tengah mobil.

Kemudian, pelaku mengangkat jasad itu seorang diri hingga jasad berada di samping mobil. Baru setelah itu, jasad Bagus diseret ke lokasi pembuangan. Jaraknya sekitar lima meter dari mobil. Titik jasad Bagus dibuang, memang lebih tertutup ketimbang area lain di lahan itu. Karena banyak ditumbuhi rumput liar. Dari jalan juga tak begitu kentara bahwa ada jasad yang disembunyikan di sana. Karena tertutupi tembok bekas gedung sisa bongkaran.

Setelah membuang jasad korban, pelaku membawa kabur mobil Innova milik korban. Ada lebih dari dua adegan yang diperagakan pelaku dalam rekonstruksi malam itu. Prosesnya berlangsung tertutup.

Sejumlah warga sekitar memang bisa melihat, namun dilarang mendekat. Mereka hanya diperbolehkan melihat dari tepi jalan. Hal itu juga berlaku bagi awak media. Wartawan pun tidak diperkenankan mendekati TKP selama rekontruksi digelar. “Minta tolong pengertiannya. Nanti saja. Kami lagi kerja, sudah sama-sama capek,” seorang petugas berseloroh saat melihat warga mendekati TKP.

Rekonstruksi diikuti petugas dari berbagai jajaran. Mulai Polres Malang, Polres Pasuruan hingga Jatanras Polda Jatim. Kira-kira, proses rekonstruksi berakhir sekitar pukul 01.27. Tak sampai setengah jam sudah selesai. Begitu rekonstruksi berakhir, semua petugas langsung bergeser. Tak satu pun di antara mereka sudi memberi keterangan ke awak media. “Nanti saja ke Kabid Humas ya,” beber salah satu petugas sembari berlalu meninggalkan lokasi. (edi/tom/hn/abm) Editor : Mardi Sampurno
#Mahasiswa Fakultas Kedokteran UB #Motif Asmara #Pembunuhan #radar malang