Salah satunya dari Korp Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) se-Malang Raya. Menurut mereka, bagaimanapun, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mempunyai tanggung jawab yang melekat sebagai alat negara untuk menjamin keamanan warganya.
“Pihak kepolisian bertanggung jawab dalam kegiatan operasi keamanan. Maka tidak ada alasan bagi kepolisian untuk mengalihkan tanggung jawabnya kepada pihak-pihak lain,” tegas Koordinator Presidium Majelis Daerah (MD) KAHMI Kota Malang Luthfi Jayadi Kurniawan didampingi Moh. Fadely dari MD KAHMI Kabupaten Malang dan D. Fachroni dari MD KAHMI Kota Batu.
Luthfi mengatakan, sebagai alat negara yang mempunyai tanggung jawab melekat soal keamanan, Polri tidak perlu mengambil sikap untuk menyalahkan pihak-pihak lain dalam tragedi Kanjuruhan. Lebih baik mereka fokus untuk mengusut tuntas peristiwa yang menewaskan ratusan warga tak berdosa yang sebagian masih anak-anak tersebut.
Termasuk, lanjut Luthfi, memberikan sanksi tegas jika hal itu terbukti melibatkan personel mereka. “Polri juga harus mendukung penuh tim investigasi bentukan Presiden. Jangan sampai ada upaya yang justru bisa menghalangi,” kata pendiri Malang Corruption Watch (MCW) yang namanya sempat masuk 10 besar calon pimpinan Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) itu.
Luthfi menilai, langkah yang diambil oleh Presiden Jokowi dan jajarannya dalam tragedi Kanjuruhan yang terjadi usai laga Arema versus Persebaya itu sudah tepat. Sebab, bagaimanapun, negara harus bertanggung jawab. Pemerintah sebagai pemegang mandat mempunyai kewajiban alias state obligation untuk melindungi dan memastikan keamanan setiap warganya di mana saja.
Sikap ini harus diikuti seluruh tingkatan pemerintahan di bawahnya. Mulai dari provinsi hingga kabupaten/kota. Khususnya di Malang Raya. “Semua harus ikut bertanggung jawab, secara moral maupun hukum,” ucapnya.
Khusus bagi PSSI, KAHMI meminta agar bukan hanya mempertimbangkan aspek bisnis dalam menggelar pertandingan. Melainkan, juga banyak aspek lainnya. Sebab, ditengarai, waktu pertandingan yang berlangsung malam turut menjadi penyebab tragedi Kanjuruhan. Padahal, sudah banyak yang meminta sore dengan pertimbangan faktor keamanan. “Tragedi Kanjuruhan sudah menjadi sorotan internasional. Semua harus dibenahi,” pungkasnya. (hid) Editor : Indra Andi