berdoa bersama di Stadion Kanjuruhan, kemarin. Perwakilan enam agama hadir semua di depan patung Tegar Arema. Agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha dan Konghucu mempunyai wakil masing-masing dalam doa ini.
Doa tersebut dipimpin Kementerian Agama Kabupaten Malang. “Walau mendadak, tetapi simpati dan empati masyarakat terlihat. Sehingga, banyak yang hadir untuk memberi penghormatan dan mengirim doa bagi para korban. Doa ini juga bentuk rasa empati kami umat beragama. Doa kami naikkan bagi arwah saudara, orang tua, anak maupun teman, yang meninggal di Stadion Kanjuruhan,” kata Kasubag TU Kemenag Kabupaten Malang Sonhaji, kemarin.
Dalam doa lintas agama, satu per satu tokoh agama membacakan doa. Aremania dan Aremanita tampak mengerumuni lokasi doa. Begitu juga, warga masyarakat kusyuk menengadahkan tangan. Tangis pun pecah dari warga. Terlihat seorang ibu berjilbab hanya bisa mencucurkan air mata.
Tangannya terbuka, mengirim doa bagi korban insiden terkelam sepakbola Indonesia. “Rasa empati kita atas peristiwa 1 Oktober 2022. Mudah-mudahan amal selama hidup dan kebaikan mereka dibalas Allah. Semoga para korban juga mendapat tempat terbaik di sisi-Nya,” ujar Sonhaji.
Umat lintas agama juga berharap tragedi ini tidak lagi terulang di dunia. Di sisi lain, secara khusus, umat Hindu menghelat ruwatan bagi Stadion Kanjuruhan. Persatuan Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kecamatan Kepanjen menjadi panitia. Tempat ruwatan adalah di depan gerbang 13.
Sejumlah ubo rampe bagi umat Hindu terpasang di sekitar gerbang 13. Begitu juga, banten berisi sesaji dipersiapkan umat. “Air dari 7 sumber kami bawa sebagai persiapan penyucian Stadion Kanjuruhan. Ruwatan Kanjuruhan ini merupakan simbol agar semua energi negatif hilang,” ujar Asnawi, Ketua PHDI Kecamatan Kepanjen.
Tata cara ruwatan dipusatkan di depan gerbang 13. Kemudian, ada belasan orang yang melukat atau menyucikan Stadion Kanjuruhan. Caranya, 12 orang masuk ke dalam stadion dan mengitari area lapangan. Ada juga 12 orang lain yang berkeliling di luar stadion. Pintu-pintu gerbang stadion disucikan.
Umat Hindu berkeliling satu kali, baik di dalam maupun di luar stadion. Doa khusus juga dihelat umat Islam di dekat musala Stadion Kanjuruhan. Tepatnya, di sisi utara stadion.
Bupati Malang H M. Sanusi memimpin langsung doa bagi korban tragedi Kanjuruhan. Sanusi menyebut, doa ini diharap bisa mengantar korban tragedi di tempat terbaik di sisi-Nya. “Kami juga berdoa agar keluarga yang ditinggalkan mendapat ketabahan dan keikhlasan,” jelas Sanusi.
Doa khusus bagi korban diikuti kepala dinas dan kepala desa se-Kabupaten Malang. Yonatan Saptoes, Kades Tambakrejo, Sumbermanjing Wetan mengamini. Dia menyebut doa ini diharap bisa memberi ketenangan. Utamanya, bagi keluarga yang kehilangan sanak familinya dalam tragedi.
Sementara tadi malam, lilin-lilin kecil menyala di halaman depan dekat masjid Stadion Kanjuruhan. Ribuan Aremania dan Aremanita, mengelilingi lilin yang disusun membentuk tulisan Arema. Di situ, terpasang papan bertuliskan nama-nama korban yang meninggal dalam kejadian ini. Beginilah suasana doa tahlil 7 hari untuk para korban tragedi kemanusiaan Stadion Kanjuruhan.
Guyuran hujan rupanya tak menyurutkan niat baik Aremania. Mereka tetap khusyuk berdoa bagi saudara-saudaranya yang meninggal buntut dari tembakan gas air mata aparat. Sejak siang hari, suporter sudah berdatangan ke Stadion Kanjuruhan. Hingga malam hari kemarin, ribuan fans berat Singo Edan berkumpul untuk berdoa. Presiden Klub Arema FC Gilang Widya Pramana menyebut insiden ini adalah momentum perdamaian.
Ego harus dilepas. Rivalitas hanya 90 menit. Di luar lapangan, suporter adalah saudara dalam kemanusiaan. “Mari belajar dari tragedi Kanjuruhan. Mari tanggalkan semua ego. Malang-Surabaya itu saudara. Mereka bukan musuh, ayo tanggalkan ego dan bersatu menjadi satu Indonesia,” tegas Gilang saat memberi sambutan di acara doa bersama.
Manajer Arema FC Ali Rifki pun sepakat. Dia masih sangat terpukul dengan kejadian yang merenggut 131 nyawa. Bahkan, seluruh pemain maupun manajemen berupaya semaksimal mungkin menolong saat darurat pada hari nahas itu. Sayangnya, nyawa Aremania dan Aremanita yang berada di ruang ganti pemain tetap melayang.
Dia menyebut ini adalah pelajaran untuk Arema FC, Aremania dan suporter Indonesia. Tragedi ini juga menjadi pengingat bagi seluruh stakeholder. Dengan mengingat kejadian ini, dia berharap tidak ada lagi kejadian serupa di Indonesia maupun dunia. Ali juga meminta pemerintah daerah berkomunikasi dengan pemda lain di kabupaten kota lain.
“Kami terima info dan laporan ada korban yang masih diminta biaya. Kami mohon pemkab berkomunikasi. Mungkin ada beberapa rumah sakit (yang perlu diinformasikan), bahwa korban tragedi Kanjuruhan biaya pengobatan gratis. Ada yang menanggung,” tambah Ali. Dia mengharap seluruh peserta tahlil dan doa tujuh hari agar selalu berdoa bagi para korban.
“Mohon selalu sisipkan doa buat para korban tragedi Kanjuruhan. Semoga amal ibadah almarhum dan almarhumah diterima Allah SWT,” tutupnya. Acara berakhir dengan doa bersama Habib Anies serta santunan bagi keluarga korban. (fin/abm) Editor : Mardi Sampurno