SUMBERPUCUNG – Kecelakaan maut antara kereta kargo dengan mobil Isuzu Panther di perlintasan tanpa palang pintu Desa Ngebruk, Kecamatan Sumberpucung, Senin sore (5/12) menyisakan pekerjaan rumah. Utamanya cara mencegah agar kecelakaan serupa tidak terulang. Sambil menunggu solusi yang tepat, perlintasan itu ditutup untuk sementara waktu kemarin siang (6/12).
Penutupan perlintasan di Jalan Raya Dusun Kebonsari itu dilakukan pada pukul 14.00. Di tengah kondisi hujan, petugas dari Polsuska, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Malang, dan Polsek Sumberpucung membentangkan batang rel lama di atas patok besi. Pengendara yang biasanya melaju dari arah jalan raya Malang-Blitar menuju Kebonsari harus melewati jalan lain.
Sebenarnya memang ada jalan lain yang lebih aman bagi pengendara. Yakni melewati Stasiun Ngebruk (arah ke Desa Senggreng) atau jalan akses ke Desa Turus. ”Tidak ada yang kebingungan saat perlintasan di Kebonsari kami tutup. Karena jalan ke Kebonsari itu banyak,” kata Kapolsek Sumberpucung AKP Lukman Hudin.
Dia juga menjelaskan bahwa penutupan itu bersifat sementara. Apalagi PT KAI sudah mengajukan pembuatan palang pintu ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Namun permintaan itu belum dikabulkan. ”Boleh dikatakan ini solusi alternatif saja, informasinya besok (hari ini) sudah dibuka lagi,” imbuh dia.
Mantan Kapolsek Tirtoyudo itu menambahkan, pada saat dilakukan penutupan kemarin, pihak Pemerintah Desa Ngebruk berjanji menyiapkan petugas jaga perlintasan. ”Katanya akan digaji oleh pemerintah desa. Tapi berapa jumlah petugasnya, kami belum mendapat informasi,” ujar dia.
Seperti diberitakan sebelumnya, tabrakan antara KA Parsel Tengah jurusan Malang-Jakarta dengan pikap Isuzu Panther di perlintasan Desa Ngebruk pada Senin Sore (5/12) menewaskan tiga orang. Diduga kuat pengendara pikap tidak mengamati kondisi perlintasan tanpa palang pintu itu pada saat menyeberang rel kereta api. (biy/fat) Editor : Mardi Sampurno