MALANG KOTA – Jelang malam penganugerahan yang tinggal sepuluh hari lagi, yakni 19 Februari depan, 20 finalis Duta Hijab Radar Malang (DHRM) 2023 terus dibekali materi.
Setelah diajari mengenali ilmu wartawan, 8 Februari 2023 mereka diberi wawasan seputar entrepreneurship.
Pada pembekalan hari kedua, materi entrepreneurship disampaikan oleh Pimpinan Bank Jatim Cabang Kota Malang Deddy Adjie Wijaya. Meliputi tantangan yang dialami entrepreneur saat memulai usaha.
Deddy mengatakan, ada beberapa hal yang harus dilakukan seorang entrepreneur. Di antaranya mengubah mindset, melakukan market survei, hingga mengetahui soal perbankan.
”Tapi yang paling penting adalah perubahan mindset,” ujar laki-laki yang pernah menjabat Pimpinan Bank Jatim Cabang Pasuruan tersebut.
Di akhir pemaparan, Deddy bertanya kepada finalis tentang usaha apa yang ingin mereka lakukan. Kebanyakan finalis ingin menjadi influencer hingga broker.
Baca Juga : Dua Puluh Finalis Duta Hijab Pelajari Ilmu Wartawan.
Juga ada beberapa yang ingin membangun usaha alat rumah tangga dan rumah kos. Padahal, lanjutnya, usaha-usaha tersebut sudah cukup menjamur.
”Yang tidak terpikirkan oleh mereka (finalis DHRM) adalah usaha yang sesuai kompetisi keilmuannya sebagai mahasiswa. Misalnya lembaga bimbingan belajar,” sebut Deddy.
Usaha bimbingan belajar, Deddy mengatakan, mampu dilakukan tanpa modal. Jika belum memiliki tempat, katanya, bisa menggunakan tempat yang fleksibel.
Di samping itu, pangsa pasarnya tidak pernah habis. Sebab, setelah dilakukan survei, banyak orang tua yang kesulitan mendampingi anak-anaknya belajar.
Kepada para finalis, Deddy memberi sejumlah tips dalam berwirausaha. Yakni memulai usaha berdasar kompetensi dan passion.
”Kemudian melakukan market survei seperti segmentasi customer, produk yang dijual, harga, pesaing, diversifikasi produk, hingga saluran distribusi,” imbuhnya. (Bersambung ke halaman selanjutnya)
Kalau sudah melakukan itu semua, kata dia, para entrepreneur bisa bekerja sama dengan dinas terkait.
Tujuannya mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB) supaya bisa memiliki legalitas.
Di Bank Jatim, lanjutnya, setelah memiliki NIB bisa mendapatkan dukungan untuk QRIS dan rekening. Hal tersebut melalui program Bank Jatim Sahabat UMKM.
Melalui program tersebut, kata Deddy, UMKM juga mendapatkan pendampingan berupa coaching clinic, pendampingan NIB, hingga inkubasi KUR.
Salah satu finalis DHRM 2023 yang mengikuti pembekalan, Afifah Rahma Hani mengatakan, materi yang diberikan Bank Jatim sangat bermanfaat.
Terlebih lagi, dia memiliki usaha handcraft dan kuliner.
”Menurut saya yang paling menarik materi soal KUR (kredit usaha rakyat). Karena ini bisa membantu entrepreneur yang kesulitan modal,” tandas mahasiswi S1 Pendidikan Fisika Universitas Negeri Malang (UM) tersebut. (mel/dan) Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana