"Rinciannya, sepanjang bulan Januari ada 425 kejadian, Februari 341 kejadian dan di awal Maret ini sudah 59 kejadian," kata Kepala BMKG Stasiun Geofisika Karangkates, Mamuri, Kamis (9/3) kemarin. Dia menambahkan, di antara ratusan gempa bumi tersebut, hanya sebagian kecil yang lokasinya di wilayah Kabupaten Malang. Dari data, jumlahnya ada 23 kejadian gempa.
Jika dibandingkan peristiwa gempa tahun lalu, Mamuri mengakui ada peningkatan signifikan. Karena antara bulan Januari hingga akhir Maret 2022, tercatat hanya 241 kejadian gempa bumi. Rinciannya, 86 kali di bulan Januari, 73 kali di bulan Februari dan 82 di sepanjang bulan Maret. "Jumlah itu adalah gempa bumi yang tercatat di Stasiun Geofisika Pusat Gempa Regional (PGR) 7. Meliputi, Jogjakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan sebagian wilayah Kalimantan. Malang termasuk di bagian PGR 7," katanya.
Dia menjelaskan, gempa bumi yang muncul dipicu adanya pergeseran lempeng bumi. Lempeng tektonik yang ada di dalam bumi bergerak secara mendadak. "Malang masuk PGR 7 karena masih dalam lingkup Jatim," terangnya.
Sementara itu, Bagian Operasional Stasiun Geofisika Karangkates Sarkoni menambahkan, meski peristiwa gempa bumi sering terjadi, namun hanya sebagian kecil yang bisa dirasakan warga. "Sehingga masyarakat tahu kalau ada gempa walaupun skala kecil," terangnya. Sarkoni menyebut, sepanjang tahun 2022, ada 34 gempa bumi yang dirasakan masyarakat.(nif/nay)
Editor : Ahmad Yani