Kapolsek Turen Kompol Yusuf Suryadi mengatakan, proses pemadaman api hingga benar-benar mati total membutuhkan waktu yang cukup lama. Termasuk proses pembasahan yang baru selesaikan dilakukan pukul 07.30 WIB kemarin (19/3). Hal itu disebabkan tumpukan kayu yang ada di bagian dapur cukup banyak hingga harus dipastikan benar-benar mati. "Proses pembasahan baru selesai tadi pagi," kata Yusuf.
Yusuf melanjutkan, kebakaran kali pertama diketahui Yayan, salah seorang pekerja pabrik yang melakukan kontrol lingkungan sekitar pukul 23.15 WIB. Yayan kaget karena ada kobaran api di bagian dapur home industri usaha pembuatan tahu tersebut.
Yayan langsung membangunkan Trimo, pemilik rumah yang lantas menghubungi perangkat desa dan diteruskan ke Polsek Turen. "Setelah menerima berita, bersama anggota menuju lokasi kejadian kebakaran. Lalu menghubungi pemadam kebakaran (Damkar) Kabupaten Malang," lanjutnya.
Sekira pukul 23.40 WIB, tiga unit mobil Damkar tiba di lokasi. Selanjutnya tim Damkar melakukan pemadaman dan pembasahan lokasi kebakaran. Melihat medan jalan yang susah, gang rumah yang sempit, dan api tidak kunjung mati membuat Damkar kembali mendatangkan dua armada lagi.
Sementara itu, Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Malang Sigit Yuniarto menyebutkan, peristiwa tersebut dikatakan nihil korban jiwa. Hanya saja kerugian materiil diperkirakan cukup banyak. Seperti atap rumah, dinding yang terbuat dari kayu dan alat-alat produksi ikut hangus. "Diperkirakan menelan kerugian sekitar Rp 150 jutaan," tutupnya. (nif/nay)
Editor : Ahmad Yani