Kartu ini disamping sebagai identitas penerima manfaat beasiswa dari Rumah Sedekah NU, sekaligus sebagai alat kontrol bagi pendamping anak yatim, agar pendidikan mereka terus terpantau.
Bagus Fahmi, Ketua panitia acara menjelaskan, mulai bulan ini, pola bantuan untuk anak yatim diubah menjadi beasiswa berkelanjutan hingga mereka lulus.
Karena itu, anak-anak yatim tersebut akan terus dipantau dan didampingi oleh para santri Pesantren Manbaul Uluum, Malang.
Para relawan ini berasal dari berbagai perguruan tinggi terkemuka di Malang.
Jika berdampak positif, beasiswa akan diteruskan. Akan tetapi jika berdampak negatif, maka diberhentikan dan dievaluasi kembali.
Ketua harian Rumah Sedekah NU, Agus Susanto menambahkan, dengan program ini diharapkan kemanfaatan yang diberikan para donatur bisa berdampak dalam jangka panjang. Bukan hanya bersifat kesenangan sesaat.
Launching Kartu Anak Mandiri Jawa Timur juga didukung oleh Bank Mandiri dan Bank Jatim divisi Syariah.
Hadir pada acara tersebut, Ketua PW LP Ma’arif NU Jatim, Wakil Katib Syuriah dan Mustasyar PCNU Kab Malang, Perwakilan LazisNU Jatim, Ketua LazisNU Kota Malang, Rois Syuriah dan Ketua Tanfidziyah MWC NU Dau Malang.
Jug mitra Rumah Sedekah NU, dan banyak tokoh tokoh yang lain.(jprm2/nen)
Editor : Neny Fitrin