Hanya untuk Kendaraan Kecil, Belum Maksimal Urai Macet
Keberadaan jalur lingkar barat (jalibar) di Kota Batu bertujuan untuk memecah kemacetan arus lalu lintas (lalin) khususnya jalur utama Kota Batu. Pasalnya, saat musim liburan volume kendaraan wisatawan membeludak. Lalu, apakah fungsi jalibar di Kota Batu sudah benar - benar efektif selama ini?
Jalibar Kota Batu memiliki panjang sekitar 7 kilometer yang melintasi sejumlah perbukitan di Desa Tlekung Kecamatan Junrejo melewati Desa Oro-oro Ombo hingga Kelurahan Ngaglik di Kecamatan Batu. Jalur ini selesai dibangun tahun 2013 lalu. Melintasi jalibar pengendara akan disuguhkan pemandangan hutan dan pegunungan yang indah. Pengendara bisa masuk dari Desa Tlekung jika dari arah selatan sedangkan dari arah utara bisa masuk melalui perumahan Panderman Hills atau melalui Kusuma Agrowisata.
Di sejumlah titiknya, jalan tembus ini memiliki tanjakan dan turunan yang cukup tajam. Untuk itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batu menilai jalibar hanya bisa dilalui oleh kendaraan kecil saja.
Kepala Dishub Kota Batu Imam Suryono menyampaikan, jalan tembus jalibar akan difungsikan jika Kota Batu mengalami kemacetan yang sangat parah. Contohnya, kemacetan panjang dari arah Kota Malang yang menumpuk di simpang tiga Pendem dan Jalan Ir Soekarno.
"Menurut kami selama ini fungsi jalibar cukup efektif jika menjadi jalur alternatif. Namun, dengan catatan khusus kendaraan kecil," terangnya.
Imam membeberkan, untuk kendaraan besar seperti bus pariwisata, truk gandeng, dan kendaraan bermuatan berat tidak diperbolehkan melalui jalibar. Karena, tanjakan dan turunan jalibar (setelah Amartahills Hotel and Resort menuju Kusuma Agro Wisata) cukup ekstrem. Hampir sama seperti jalur Klemuk, Kelurahan Songgokerto.
"Kalau jalibar dari arah timur ini dilewati kendaraan besar khawatirnya terjadi penumpukan di Jalan Abdul Gani dan bahayanya adalah kecelakaan lalin," ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Batu, (11/4) lalu.
Pihaknya juga menjelaskan, untuk mengurai kemacetan lalin di Kota Wisata Batu, Dishub Batu telah berkoordinasi dengan Polres Batu terkait pemetaan jalur alternatif. "Misal Kota Batu benar - benar macet maka, memungkinkan saja kendaraan besar melewati jalibar. Dan, yang jelas akan diberlakukan jam tertentu. Tapi, sejauh ini belum pernah," pungkasnya.
Namun sayangnya, belum semua pengendara utamanya dari luar kota yang mengetahui jalur tersebut. (ifa/lid) Editor : Kholid Amrullah