MALANG KOTA – Setelah tertunda selama tiga tahun, puluhan Calon Jamaah Haji (CJH) yang tergolong berisiko tinggi (risti) bisa berangkat ke tanah suci. Kemarin (18/6), sebanyak 1.119 CJH Kota Malang dari lapangan Rampal. Mereka menuju Embarkasi Surabaya, kemudian diberangkatkan ke tanah suci Makkah hari ini (19/6).
Dari 1.119 CJH tersebut, puluhan di antaranya masuk kategori risti. ”Sebenarnya saya dijadwalkan berangkat bersama istri pada 2020 lalu. Tapi cuma istri yang berangkat,” ujar Wahman, salah satu CJH risti jelang keberangkatannya di lapangan Rampal kemarin.
Untuk diketahui, pemerintah tidak memberangkatkan CJH risti sejak 2020. Kemudian 2021 tidak memberangkatkan, dan 2022 hanya memberangkatkan CJH non-risti. Pada 2020 lalu, usia Wahman sudah 63 tahun, sehingga tidak diberangkatkan. Dengan demikian, tahun ini keberangkatan perdana untuk CJH risti setelah keberangkatan tertunda tiga kali.
”Semoga seluruh jamaah diberi keselamatan, kekuatan, dan bisa melaksanakan rangkaian ibadah hingga menjadi haji mabrur," kata Wahman yang tergabung dalam Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Al Falah Universitas Negeri Malang (UM) itu.
Pantauan Jawa Pos Radar Malang, ruas jalan di Kelurahan Kesatrian, Kecamatan Klojen dipadati iring-iringan kendaraan pengantar jamaah haji sejak pukul 04.00. Mulai Jalan Kahuripan, Jalan Suropati, Jalan Pattimura, dan Lapangan Rampal Jalan Urip Sumoharjo. Ada yang mengendarai becak, motor, mobil, pikap, hingga minibus untuk mengantar kerabat yang pergi haji.
Sebelum berangkat, rombongan CJH terlebih dahulu disambut oleh Wali Kota Malang Sutiaji dan Kepala Kemenag Kota Malang Achmad Shampton Masduqie. Dalam sambutan pelepasan CJH, Sutiaji menyampaikan ikut bersyukur karena ribuan warga Kota Malang berkesempatan menunaikan ibadah haji.
Apalagi, selama tiga tahun terakhir masyarakat dibayang-bayangi dengan pandemi Covid-19. ”Selama pandemi, setiap hari ada 75 sampai 100 orang yang meninggal dunia. Ini membuat banyak orang berpikir apa artinya hidup. Namun, Allah SWT masih memberi kesempatan," tutur dia.
Pemilik kursi N1 itu berharap, warga yang berkesempatan menunaikan ibadah haji bisa menularkan kebaikan setelah pulang ke tanah air. Dia meminta agar keluarga yang mengantar CJH mendoakan mereka. "Termasuk para petugas, saya titip agar menjaga jamaah secara telaten. Mengingat yang berangkat kini ada yang usianya lebih dari 60 tahun,” tegas dia.
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kota Malang Achmad Shampton Masduqie memaparkan, jamaah yang berangkat terdiri dari 557 laki-laki dan 624 perempuan. "Mereka terbagi lima kloter. Ada kloter 69 sebanyak 32 orang yang berangkat pada 17 Juni, kloter 70-72 sebanyak 1.119 orang berangkat hari ini (kemarin), dan kloter 85-86 ada 30 orang yang berangkat 22 Juni depan. Totalnya ada 1.152 jamaah," sebut dia.(mel/dan)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana