MALANG KOTA – Meski diterpa isu kelangkaan LPG kemasan 3 kilogram (kg), Pertamina memastikan bahwa pasokan tetap aman. Jatah LPG kemasan 3 kg untuk Kota Malang juga tetap, yakni 470 metric ton atau 156.000 tabung per hari.
”Jumlah tersebut disebar ke 20 agen dan 731 pangkalan. Namun, untuk kuota setiap tahun yang tahu bagian perekonomian di masing-masing pemda,” ujar Sales Branch Manager Pertamina Rayon I Malang Raya Ahmad Ubaidilah Maksum kemarin.
Disinggung mengenai rencana pengaturan, yakni pembeli LPK 3 kg disertai KTP, pihaknya masih melakukan pendataan dan sosialisasi. Kebijakan baru tersebut dilakukan agar penjualan LPG 3 Kg bersubsidi tepat sasaran. Masyarakat yang bisa membeli hanya yang terdaftar dalam data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE).
Pantauan Jawa Pos Radar Malang kemarin (18/6), stok LPG di salah satu pangkalan LPG di Jalan Nusakambangan, Kasin, Kecamatan Klojen masih tersedia alias aman. Pangkalan milik Isnul Yaqin dan Sumartini itu sedang dalam proses mendata pembeli yang berhak atas LPG 3 Kg bersubsidi.
”Sebelumnya, kami sudah pernah melakukan pendataan. Yang terdata berjumlah 60 orang, tapi sekarang mengulang dari awal," kata Isnul.
Sejauh ini, lanjutnya, yang sudah terdata di pangkalannya sekitar lebih dari 10 orang. Perihal adanya kebijakan pembelian LPG bersubsidi, Isnul khawatir bakal berdampak bagi penjualan. Setiap pekan, dia mendapat jatah dua kali pengiriman dari Agen PT Setia Timoer. Dalam sekali pengiriman sekitar 40 tabung.
"Bisa jadi nanti sisa, sehingga berdampak pada penurunan omzet. Tapi nanti distribusinya kan lebih tepat sasaran. Yang beli masyarakat yang benar-benar membutuhkan," tegasnya.(mel/dan)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana