MALANG KOTA – Untuk mengurangi volume sampah, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang mengajak masyarakat melakukan daur ulang. Misalnya, mengubah sampah popok menjadi barang bernilai tinggi seperti dompet, tas, hingga sandal.
Inovasi pengolahan sampah menjadi barang berharga itu terlihat dalam workshop dan pameran Inovasi Lingkungan Hidup kemarin (19/6). ”Ide mengubah sampah popok (menjadi barang berharga) muncul ketika saya punya anak bayi,” ujar Yunita Lestari Ningsih, salah satu peserta pameran yang berhasil mengubah limbah popok menjadi tas, sandal, dan dompet.
”Sebagai kader lingkungan, saya merasa tidak enak kalau sungai penuh limbah (popok bayi, Red). Sehingga saya putuskan mencuci dan mendaur ulang barang tersebut," tambah Yunita.
Hasil daur ulang dia ternyata diminati masyarakat. Sehingga dia bisa membuat 1.250 pcs sandal dari popok bekas. Bahkan untuk memenuhi bahan dasar popok tersebut, Yunita harus bekerja sama dengan bank popok di Lowokwaru. "Selain menjaga lingkungan, daur ulang juga memberikan peluang secara ekonomi. Kalau popok bekas ditimbun, akan membuat rusak mutu air baku," tandas Yunita.
Sementara itu, Kepala DLH Kota Malang Noer Rahman Widjaya menuturkan, tujuan pameran tersebut untuk meningkatkan pemahaman masyarakat dalam pengelolaan lingkungan dan pengendalian sampah plastik. ”Pesertanya ada 28 orang. Terdiri atas lembaga pendidikan dan pegiat lingkungan se-Kota Malang," terangnya.
Dalam kesempatan itu, Rahman juga menyampaikan bahwa pemerintah butuh partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah. Yakni dengan memilah sampah dari rumah. "Jadi, hal ini (pengelolaan sampah) tidak hanya menjadi tanggung jawab pegiat lingkungan, tetapi juga seluruh komponen masyarakat. Karena kita memiliki target ambisius untuk mencapai zero waste pada 2028, khususnya dalam pengelolaan sampah,” tandasnya.(adk/dan)
Editor : Mahmudan