Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Lawang Paling Sering Terjadi Kebakaran

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Minggu, 25 Juni 2023 | 19:00 WIB
TAK BIASA: Petugas Damkar Kabupaten Malang memadamkan api yang membakar sebuah rumah di Desa Bakalan, Kecamatan Bululawang, pada 13 Juni 2023. Kebakaran itu terjadi karena unsur kesengajaan.
TAK BIASA: Petugas Damkar Kabupaten Malang memadamkan api yang membakar sebuah rumah di Desa Bakalan, Kecamatan Bululawang, pada 13 Juni 2023. Kebakaran itu terjadi karena unsur kesengajaan.

MALANG KABUPATEN – Musim kemarau hampir selalu disertai peningkatan kasus kebakaran. Contohnya di wilayah Kabupaten Malang. Pada periode Januari sampai Juni 2023, jumlah kebakaran mencapai 39 kejadian. Paling sering terjadi di Kecamatan Lawang.

Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Satpol PP Kabupaten Malang Sigit Yuniarto menjelaskan, selama enam bulan terakhir pihaknya menangani 41 kasus kebakaran. Namun yang dua kejadian merupakan perbantuan kejadian di Kota Malang. ”Kalau di Kabupaten Malang , kami menangani 39 kebakaran,” ujarnya.

Jika dirinci, kebakaran itu melanda sejumlah kategori objek. Mulai

Dari rumah tinggal, bangunan industri, lahan, dan tempat yang dilabeli ”lain-lain”. Meliputi objek seperti kandang ternak, sekolah, kendaraan, tempat usaha seperti bengkel, dan warung.

Dari kategori tersebut, rumah tetap paling banyak terbakar. Diikuti lain-lain 11 kasus, bangunan industri 7 kejadian, dan lahan dua kejadian. ”Untuk kategori bangunan sekolah, kami menangani dua kejadian. Yakni Kecamatan Tajinan dan Jabung,” sebut Sigit.

Sementara terkait sebaran kejadian,  Sigit menyebut ada empat wilayah yang menempati posisi  teratas. ”Yakni Kecamatan Lawang, Pakis, Tajinan, dan Turen,” imbuh dia.

Di Lawang tercatat ada enam kebakaran yang ditangani Damkar. Pakis dan Tajinan jumlahnya sama, yakni empat kejadian. Sedangkan di Turen tiga kasus. Sisanya seperti Kepanjen, Singosari, Tumpang, dan Pakisaji hanya ada dua atau satu kejadian.

Salah kejadian yang cukup menonjol di Lawang adalah kebakaran industri kayu di Desa Sidodadi pada 8 Mei 2023. Kerugian yang ditimbulkan mencapai Rp 85 juta. ”Semua kejadian hanya menimbulkan kerugian materi. Total ada Rp 4,9 miliar. Tidak ada korban meninggal,” imbuhnya.

Nominal kerugian terbesar berasal dari kebakaran rumah dan industri. Yakni antara Rp 10 juta sampai 1,5 miliar.  Sayangnya, pihak Damkar Kabupaten tidak menyimpan data detail terkait penyebab kebakaran.  Namun berdasar memori penanganan di lapangan, Sigit menyebut ada tiga penyebab yang pasti. Yakni human error, korsleting, dan kesengajaan.

”Kalau human error, misalnya kompor dibiarkan menyala. Atau instalasi listrik kurang bagus tapi dibiarkan,” ujar dia. Khusus untuk kesengajaan, ada kebakaran di Desa Bakalan, Kecamatan Bululawang, pada 13 Juni 2023 lalu. Saat itu ada seorang pria yang membakar rumah kakaknya sendiri karena emosi. (biy/fat)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#kebakaran #lawang