Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Di Malang, Tiap Bulan Ada Kafe Baru yang Bermunculan

Mahmudan • Selasa, 27 Juni 2023 | 22:55 WIB
MULAI BANGKIT: Kafe-kafe di kawasan Sudimoro, Kelurahan Mojolangu, Kecamatan Lowokwaru jadi salah satu sentra penyumbang pendapatan daerah lewat pajak restoran. Tiap tahun, setoran pajak dari para pemilik kafe mencapai puluhan miliar. (DARMONO/RADAR MALAN
MULAI BANGKIT: Kafe-kafe di kawasan Sudimoro, Kelurahan Mojolangu, Kecamatan Lowokwaru jadi salah satu sentra penyumbang pendapatan daerah lewat pajak restoran. Tiap tahun, setoran pajak dari para pemilik kafe mencapai puluhan miliar. (DARMONO/RADAR MALAN

MALANG KOTA – Setelah pandemi berubah menjadi endemi, kafe dan restoran bermunculan di Kota Malang. Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia (Apkrindo) Kota Malang mengungkap titik-titik munculnya kafe dan restoran baru. Paling banyak berada di Jalan Soekarno Hatta, Jalan Tidar, dan Jalan Kahuripan.

”Sekarang sudah banyak yang buka baru,” tutur Ketua Apkrindo Kota Malang Setiyadi kemarin (26/6).

Dia tidak mempunyai data pasti berapa penambahan restoran dan kafe di masing-masing titik tersebut. Diperkirakan bertambah sekitar 10 di masing-masing titik. ”Tingkat kunjungan restoran dan kafe hampir sama dengan sebelum pandemi Covid-19,” kata dia. .

Menurutnya, Kota Malang sebagai kota transit wisatawan memiliki potensi besar sebagai berwisata kuliner. ”Terlebih Malang juga menjadi Kota Mahasiswa,” ungkapnya. Sehingga bisnis kafe juga memiliki potensi yang besar di Kota Malang.  

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang Baihaqi mengungkap, jumlah restoran dan kafe sempat berkurang akibat pandemi Covid-19 dua tahun lalu. ”Namun tahun ini sudah mulai meningkat. Setiap bulannya pasti ada restoran baru," ungkapnya.

Dia mengatakan, restoran berkontribusi besar dalam menaikkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kota Malang. "Paling tidak, ada 900 ribu lebih mahasiswa di Kota Malang," ungkapnya.

Dari 17 sub sektor ekonomi, Baihaqi mengatakan, kuliner yang paling berpotensi meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat di Kota Malang. Untuk itu, disporapar selalu melibatkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) kuliner di setiap event-event besar. ”Seperti di event Tazokraf, 30 UMKM kuliner kami libatkan dan semuanya habis terjual," lanjutnya. (dur/dan)

Editor : Mahmudan