Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Dinsos-P3AP2KB Target Angka Kemiskinan Turun hingga 3,77 Persen

Aditya Novrian • Jumat, 30 Juni 2023 | 17:05 WIB
SEGERA TUNTAS: Potret kemiskinan di Kecamatan Blimbing (andika/radar malang)
SEGERA TUNTAS: Potret kemiskinan di Kecamatan Blimbing (andika/radar malang)

MALANG KOTA - Angka kemiskinan Kota Malang hingga pertengahan 2023 masih tinggi. Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Kota Malang mencatat angka kemiskinan masih 4,37 persen atau ada sekitar 38 ribu warga dalam kondisi prasejahtera.

Angka kemiskinan tersebut terbilang masih tinggi. Sadar dengan masalah itu, Dinsos-P3AP2KB kini menggodok empat program pengentasan kemiskinan.

”Program paling utama adalah memberikan keterampilan kerja ke warga telantar atau kurang mampu,” jelas Kepala Dinsos-P3AP2KB Kota Malang Donny Sandito, kemarin.

Dengan cara itu, ke depan warga kurang mampu bisa mencukupi kebutuhan hidupnya. Bahkan di samping itu juga menekan angka pengangguran. Kemudian program kedua, yakni memberi bimbingan teknis ke anak jalanan. Itu dilakukan supaya anak jalanan tidak terus menerus di jalanan.

Lebih lanjut, mantan Kepala Bagian (Kabag) Humas Pemkot Malang itu menerangkan upaya yang ketiga yakni pemberian bantuan pangan non-tunai daerah (BPNTD). Masing-masing keluarga penerima manfaat (KPM) bakal mendapatkan beras 10 kilogram dan 10 butir telur ayam, dengan total senilai Rp 150 ribu.

”Kemudian yang terakhir dengan program rantang kasih. Ini diberikan kepada warga usia non-produktif atau lansia," ungkap Donny.

Bantuan yang diberikan di antaranya nasi, tahu, tempe, telur, ayam sayur, air mineral, puding, dan buah segar.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Komisi D DPRD Kota Malang, Ahmad Fuad Rahman menekankan, masalah kemiskinan harus diatasi dengan kerja sama yang baik dari berbagai perangkat daerah (PD). Menurutnya, pengentasan kemiskinan bisa dilakukan dengan memberikan akses pekerjaan.

”Memberikan akses lowongan kerja seluas-luasnya di Kota Malang, seperti job fair itu diperbanyak lalu mempertemukan perusahaan dan pencari kerja sesuai kualifikasi yang dibutuhkan," katanya.

Kemudian, Fuad berharap pendampingan UMKM dan sektor usaha kreatif dapat berjalan optimal hingga bisa mandiri. Ujungnya, pengusaha kecil dapat menyerap tenaga kerja. (adk/adn)

Editor : Aditya Novrian
#Dinsos kota malang #Kemiskinan #Kota Malang