MALANG KOTA – Pertumbuhan ranting-ranting pohon di Jalan Kawi mulai menutup berbagai fasilitas. Mulai papan petunjuk arah, rambu-rambu, serta lampu penerangan. Kemarin (30/6), pemotongan ranting dilakukan oleh para petugas Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang.
Meski sekadar merapikan pohon, aktivitas itu sempat memacetkan lalu lintas. Petugas Dinas Perhubungan Kota Malang terpaksa menghentikan laju seluruh kendaraan yang lewat selama 15 menit. Tujuannya agar ranting yang jatuh tidak membahayakan pengendara. Total ada sekitar 10 hingga 15 pohon yang harus dipotong rantingnya kemarin.
Pada saat pembersihan ranting yang jatuh, pengguna jalan dipersilakan melintas dengan sangat pelan. Akibatnya terjadi penumpukan kendaraan di sepanjang Jalan Kawi. Koordinator tim pemotongan ranting pohon DLH Kota Malang Hadi menyebutkan, kemarin pihaknya mengerahkan dua tim. Masing-masing tim beranggotakan empat orang.
Dua orang bertugas memotong ranting, satu orang menjadi pengarah, dan satu sisanya bagian membersihkan dahan dan ranting yang berserakan. Selain personel, DLH juga mengerahkan empat truk untuk mengangkut potongan ranting dan dahan. ”Kami potong karena menghalangi rambu lalu lintas dari pandangan pengendara,” ujarnya.
Kepala Bidang Ruang Terbuka Hijau DLH Kota Malang Laode K.B. Al Fitra menyebutkan, pemotongan ranting rutin dilakukan untuk merapikan pohonpohon di sepanjang jalan agar tidak mengganggu lalu lintas. ”Hari ini di Jalan Kawi, kalau belum selesai dilanjutkan besok,” ungkapnya.
Selain di Jalan Kawi, aktivitas serupa akan dilakukan di Jalan Raya Langsep hari ini (1/7). Sedangkan untuk di Jalan Ijen hanya dilakukan pembersihan pelepah kering pohon palem yang jatuh. Meski ranting yang dipotong bersinggungan dengan kabel listrik, DLH tidak meminta bantuan PLN untuk melakukan pemadaman arus.
Sebab, tim masih bisa melakukan pemotongan ranting dengan aman. ”Kalau suatu saat dibutuhkan pemadaman listrik, kami bisa bekerja sama dengan PLN,” pungkasnya. (dur/fat)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana