BATU - Bencana tanah ambles terjadi rumah milik Agus Susanto warga Jalan Kelud, RT 1 RW 11, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, pada Minggu (2/7). Kejadian itu mengakibatkan lantai salah satu kamar rusak dan tak bisa digunakan.
Yohana Tigris istri Agus Susanto mengaku tidak mengetahui secara pasti kapan terjadinya amblas di rumah tersebut. “Sekitar pukul 09.00 pergi ibadah, kemudian siangnya pergi ke kondangan,” katanya. Setelah itu, sekitar pukul 16.00 ia baru sampai ke rumah.
Namun, dia tidak langsung mengetahui kalau salah satu kamar rumahnya ambles. “Baru ketika mau ngecas HP ke belakang tahu kalau kamarnya ambles,” tuturnya. Ia menduga kejadian pada siang hari.
Lemari yang ada di kamar sampai jatuh sekitar satu meter ke dalam tanah dan roboh ke ranjang. Dia tak berani masuk ke dalam karena takutnya struktur tanah di sekitar tidak stabil. Menurut penjelasan yang ia dengar, septic tank berada di bawah ranjang, sementara posisi amblesnya di samping.
Kemungkinan gempa beberapa waktu lalu juga turut memberikan dampak. “Sebelumnya lebih dari sebulan, sudah terdapat tandanya,” kata dia sambil menunjuk posisi keramik yang turun padahal sebelumnya rata. Ia bersyukur bahwa dalam kejadian tidak ada seseorang yang berada di kamar berukuran sekitar 4x4 meter itu.
Terkait dengan berapa kerugian, ia juga belum bisa memastikannya. “Kalau yang saya tahu tidak bisa langsung diuruk, harus disemprot dahulu guna memadatkan tanah,” tuturnya.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu Agung Sedayu mengatakan Tanah ambles disebabkan septic tank mengalami ambles karena umur bangunan Septic Tank yang sudah lama. “Satu kamar di bagian belakang rumah tidak bisa ditempati karena ambles,” ujarnya. Dari BPBD Kota Batu juga diketahui bahwa rusaknya berdimensi sekitar 2×2 meter. (iza/lid)
Editor : Kholid Amrullah