MALANG KOTA – Program Mahasiswa Membangun Desa (MMD) yang diinisiasi oleh Universitas Brawijaya (UB) telah resmi dimulai. Sebanyak 14 ribu mahasiswa telah disebar ke seribu desa di seluruh Jawa Timur (Jatim). Dalam kegiatan tersebut, UB menggelontorkan dana Rp 2 miliar.
Rektor UB Prof Widodo mengatakan, 14 ribu mahasiswa yang berangkat dibagi dalam 215 kelompok. “Itu sudah termasuk Dosen Pembimbing Lapangan (DPL),” ujar Widodo, kemarin.
Widodo menyampaikan, MMD merupakan salah satu kegiatan yang dirancang untuk meningkatkan keterlibatan perguruan tinggi dalam pembangunan bangsa. Salah satunya melalui peran mahasiswa dalam pembangunan desa.
Peserta MMD tidak sekadar melakukan visitasi. Tapi juga terlibat dalam beragam aktivitas pengabdian di lapangan. Di antaranya penyuluhan, pelatihan, pemberdayaan masyarakat, dan kegiatan lain. Tujuannya untuk memberikan manfaat bagi pembangunan desa.
“MMD 1000 Desa ini wajib diikuti mahasiswa yang sudah menempuh semester empat Program Sarjana/Diploma 4 (angkatan 2021) dan dapat diperuntukkan bagi mahasiswa angkatan 2019 dan 2020 yang belum memperoleh kegiatan pengabdian masyarakat atau yang setara,” kata dia.
Sementara itu, Koordinator Program MMD Sujarwo menambahkan, dana Rp 2 miliar akan dibagi kepada tiap kelompok kerja MMD. Masing-masing kelompok akan mendapatkan Rp 2 juta. “Tentu saja dana ini hanya sebagai penunjang program mereka. Bukan untuk memenuhi semua kebutuhan, apalagi kebutuhan yang bersifat pribadi,” pungkasnya. (dre/dan)
Editor : Mahmudan