BATU – Keramaian di seputar Alun-Alun Kota Batu kerap mengurangi kenyamanan wisatawan dan masyarakat. Oleh karena itu, Pemkot Batu perlu memikirkan untuk menyediakan tempat lain yang sama menariknya dengan alun-alun agar bisa memecah keramaian.
Salah satu sopir bus pariwisata asal Lamongan Alberto menjelaskan soal siklus wisatawan dalam bepergian ke Kota Batu. Menurut diam ketika sampai di Kota Batu biasanya sekitar jam 11.00, mereka akan langsung pergi ke tempat wisata yang dituju. Biasanya ke Jatim Park atau ke Selecta,” ujarnya.
Para wisatawan kemudian menghabiskan waktu di tempat tersebut sekitar 3-4 jam. Lalu sekitar pukul 14.00 mereka menuju Alun-Alun Kota Batu. “Karena di alun-alun ini gratis dan sebagai bonus tujuan perjalanan,” katanya. Mereka akan menghabiskan waktu di alun-alun sampai pukul 16.00.
Dengan berbagai fasilitas yang ada, alun-alun menjadi tujuan destinasi yang menarik dan hampir wajib untuk dikunjungi rombongan wisatawan. Karena ramainya pengunjung dia mengusulkan kalau bisa ada tempat penambahan parkir untuk bus. Apalagi pada saat Sabtu dan Minggu, bus akan diparkir di Jalan Brantas, dan hal itu kadang membuat para wisatawan yang naik bus enggan berjalan ke alun-alun.
Dia mengungkapkan, adanya kuliner yang lengkap, fasilitas yang memadai, serta gratis membuat alun-alun menjadi magnet bagi para wisatawan. “Salah satu daya tariknya ialah adanya ketan itu,” ungkap dia.
Dengan pola jam kunjungan ke alun-alun yang hampir-hampir mirip membuat kepadatan wisatawan pada sore hari menjadi terpusat. Apalagi ketika dibarengi para masyarakat yang pulang kerja. Sehingga salah satu opsi yang bisa dilakukan apabila ingin membagi kepadatan di alun-alun ialah dengan menyediakan wisata gratis dengan daya tarik seperti Alun-Alun Kota Batu. (iza/lid)
Editor : Kholid Amrullah