Pada peringatan tahun ini, mereka mengusung nuansa nguri-nguri budaya Jawa. Para peserta mengarak 100 tumpeng dan ogoh-ogoh.
Dari pantauan koran ini kemarin, masyarakat tampak memadati area Perumahan Riverside sejak pukul 08.00. Mereka menunggu rombongan kirab yang dilepas oleh Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko.
Rombongan kemudian berkeliling sesuai rute yang ditentukan panitia. Tampak para peserta menggunakan pakaian adat Jawa seperti kebaya. Kemudian, mereka juga mengarak ogoh-ogoh berbentuk raksasa, burung merak, dan naga. Selain itu, ratusan tumpeng dengan diameter 2,5 meter yang memiliki tinggi 3 meter. Ada pula atraksi bela diri.
Koordinator acara sekaligus Ketua LPMK Kelurahan Balearjosari Sayidun Mustofa mengatakan, peserta kirab berangkat dari masing-masing RT. Mereka bergerak menuju titik kumpul di belakang Perumahan Riverside atau Jalan Satria Barat dengan dipimpin kontingen utama yang disebut cucuk lampah.
”Kegiatan seperti ini sudah kami lakukan sejak tahun 2013. Tujuannya sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan yang Maha Esa,” kata Mustofa. Selain kirab, masyarakat setempat juga menggelar beberapa kegiatan yang termasuk dalam peringatan Tahun Baru Islam.
Secara rinci, Mustofa menyebut bahwa kegiatan sudah berlangsung sejak tanggal 16 Juli. Dibuka dengan mengirim doa kepada leluhur dan khataman Alquran serentak di seluruh musala dan masjid yang ada di Kelurahan Balearjosari. Lalu dilanjutkan dengan istighotsah serentak pada 18 Juli. Selain istighotsah, masyarakat melakukan kerja bakti membuat tumpeng untuk kirab kemarin.
”Rangkaian tak hanya berhenti di sana. Pada tanggal 23 Juli nanti kami akan menggelar festival seni dan budaya,” imbuh Mustofa. Festival tersebut akan berlangsung hingga 29 Juni mendatang, yang ditutup dengan santunan anak yatim sekaligus pengajian umum.
Di samping wujud rasa syukur, peringatan Tahun Baru Islam yang sudah digelar rutin selama sepuluh tahun itu bertujuan untuk memupuk kembali rasa gotong royong dan kerukunan antar-masyarakat. Bahkan, dalam bersih desa ada agenda membersihkan punden karena perangkat setempat ingin memperkenalkan generasi saat ini dengan sejarah babat alas di Kelurahan Balearjosari.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko memberi apresiasi pada kegiatan di Kelurahan Balearjosari itu. Bagi dia, itu menjadi momentum untuk memperlihatkan semangat warga karena kirab sempat absen selama pandemi. ”Ini termasuk kekayaan dan aset budaya yang kita miliki. Saya berharap ke depan bisa menjadi destinasi tersendiri yang dilaksanakan kelurahan,” kata dia. (mel/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana