Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Festival Kali Brantas Libatkan Empat Kampung Tematik di Malang

Mahmudan • Kamis, 20 Juli 2023 | 03:19 WIB
FESTIVAL: Para seniman cilik menarik di Kali Brantas, kawasan Kampung Putih, Klojen kemarin (19/7)
FESTIVAL: Para seniman cilik menarik di Kali Brantas, kawasan Kampung Putih, Klojen kemarin (19/7)

 

MALANG KOTA – Festival Kali Brantas akan digelar untuk kali kedua. Rencananya berlangsung selama seminggu, 21-27 Juli depan. Pelaksanaannya menyebar di empat kampung tematik, yakni Kampung Gerabah Dinoyo, Kampung Putih, Kampung Tridi, dan Kampung Warna-Warni

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kota Malang Isa Wahyudi mengatakan, acara tersebut bertujuan untuk mengingatkan pentingnya pelestarian dan penghormatan terhadap sungai. Sebab, sungai brantas  berperan penting dalam kelangsungan hidup manusia, terutama yang tinggal di Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas.

”Prosesi pertama adalah mengambil air Sumber Brantas di Kota Batu. Kemudian air itu dibawa ke Dinoyo pada 23 Juli depan, sekaligus dilaksanakan kenduren kali Brantas,” terang Ki Demang, sapaan akrab Isa Wahyudi.

Dia menjelaskan, rangkaian festival juga akan melibatkan beberapa kampung tematik. Seperti Larung Sesaji di Kampung Betek yang dikenal sebagai Kampung Gerabah Penanggungan. Sedangkan di Kampung Putih akan digelar kampanye “Bersih Kali Ku, Putih Kampung Ku”.

Sementara di Kampung Tridi, Kampung Warna-Warni, dan Kampung Lampion dilaksanakan ritual lainnya. “Nanti ada Nyadran Kali Brantas dengan tampilan tari-tarian tentang nyadran. Baru ditutup Nyulih Kali Brantas,” katanya. ”Setelah itu, ada arak-arakan lampion kali brantas,” tambah penggagas Kampung Budaya Polowijen itu.

Dalam Festival Kali Brantas tahun ini, Ki Demang menekankan, tidak ingin sekadar acara tahunan. Namun sebagai ajakan kepada masyarakat untuk menyadari pentingnya menjaga sungai.

Menurutnya, sungai Brantas telah memiliki peran penting dalam sejarah dan menjadi pusat peradaban pada masa lalu. ”Kalau tahun sebelumnya, konsep acaranya banyak di Pokdarwis. Sekarang kampungnya yang lebih banyak terlibat. Kami harapkan warga akan lebih menghargai sungai,” kata dia. (adk/dan)

Editor : Mahmudan
#pokdarwis #Festival #kali brantas #Kota Malang