Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Makin Banyak Polwan Pegang Peran Strategis

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Jumat, 1 September 2023 | 22:00 WIB

 

AKP Agnis Juwita Manurung menduduki jabata Kasatlantas Polres Malang
AKP Agnis Juwita Manurung menduduki jabata Kasatlantas Polres Malang
Mulai dari Polisi RW, Kapolsek, hingga Kepala Satuan

MALANG RAYA – Hari ini, polisi wanita (polwan) merayakan hari jadi mereka yang ke-75. Di usia yang sudah sangat matang itu, peran para Srikandi Kepolisian itu juga sudah semakin meningkat. Tak sedikit yang menempati posisi strategis dan peran sentral dalam penyelesaian masalah di masyarakat.

Di Polresta Malang Kota, per 1 September 2023 terdapat 68 polwan. Secara jumlah memang terbilang menurun selama lima tahun terakhir. Penurunannya tidak terlalu signifikan, hanya satu atau dua orang saja. Itu terjadi akibat beberapa polwan mengakhiri masa tugas alias pensiun.

Kapolresta Malang Kota Kombespol Budi Hermanto mengatakan, polwan selama ini punya kesempatan yang sama untuk mengembangkan karier di kepolisian. Mereka juga bisa menduduki jabatan-jabatan strategis. ”Ada 16 polwan berpangkat perwira dan 8 polwan berpangkat bintara yang memiliki jabatan struktural di Polresta Malang Kota,” ungkapnya.

Menurut Buher, sapaan Kapolresta, hal itu membuktikan karier sebagai polisi tidak ditentukan oleh gender. Semua penilaian dilakukan berdasar kualitas kinerja.

Di luar itu, polwan memiliki peran khusus dalam penanganan beberapa kasus. Misalnya pengamanan demonstrasi. Polwan selalu ditempatkan di garda terdepan untuk melakukan negosiasi dengan demonstran. ”Mereka bertugas sebagai negosiator,” tegasnya.

Peran semacam itu tidak lepas dari sifat keibuan yang dimiliki oleh Polwan. Termasuk kemampuan komunikasi perempuan yang juga dinilai lebih persuasif dalam hal yang ada kaitannya dengan koordinasi. Namun peran semacam itu juga memiliki risiko yang besar. Misalnya ketika aksi demonstrasi berakhir ricuh. “Dulu sempat ada polwan kami yang sampai pingsan dalam pengamanan demonstrasi. Tapi itu dulu. Sudah lama sekali,” terangnya.

Buher berharap peran polwan di masa mendatang semakin n semakin mengemuka. Tidak hanya dalam hal negosiasi. Melainkan juga pada peran-peran strategis lainnya.

Tantangan Sebaran

Sementara itu, jumlah polwan di Kabupaten Malang juga tidak terlalu banyak jika dibandingkan polisi pria. Hingga kemarin terdata 94 orang, atau mencapai 8,6 persen dari total 1.094 personel polisi di wilayah Polres Malang.

Jumlah itu dinilai belum ideal, tak jauh beda dengan perbandingan jumlah seluruh polisi di Kabupaten Malang dengan jumlah pendudukan dan luas wilayahnya. Saat ini, Kabupaten Malang yang memiliki luas wilayah 353.486 hektare dihuni oleh 2,65 juta orang.

Ketersediaan jumlah personal yang belum ideal itu disiasati dengan cara menjalin sinergi dengan berbagai pihak. ”Peran setiap polisi, termasuk polwan terus dimaksimalkan dan disesuaikan dengan kebutuhan,” Kata Kepala Bagian SDM Polres Malang Kompol Achmad Sueb.

Dia mencontohkan, polwan memiliki peran sentral dalam penanganan kasus yang berhubungan dengan perempuan dan anak. Hal itu juga menjadi tantangan tersendiri di Kabupaten Malang yang wilayahnya sangat luas. Apalagi hingga saat ini ada beberapa polsek yang tidak memiliki personel Polwan.

”Sementara ini peran polwan kita maksimalkan untuk wilayah yang kompleks dan dekat dengan permasalahan sosial, seperti anak dan perempuan,” tambahnya.

Beberapa Polsek di Kabupaten Malang yang tidak mempunyai Polwan antara lain Poncokusumo, Gondanglegi, Wajak, Tajinan, Pakisaji, Ngajum, Sumberpucung, Pagak, Kalipare, Donomulyo, Bantur, Turen, Dampit, Ampelgading, Sumbermanjing Wetan, Gedangan, Tirtoyudo, Wonosari dan Kromengan.

Menurut Sueb, peran polwan lebih maksimal ketika menjadi Polisi RW sebagai pemelihara keamanan dan ketertiban di lingkup wilayah yang kecil. Mereka bisa lebih bisa mendekat ke masyarakat untuk mendengar keluhan. Termasuk mencarikan solusi dengan cara yang lebih persuasif.

Meski jumlahnya terbatas, peran polwan di kepolisian tidak boleh diremehkan. Beberapa di antara mereka mampu menduduki jabatan strategis. Mulai dari kepala satuan hingga Kapolsek

Misalnya, AKP Agnis Juwita Manurung menduduki jabata Kasatlantas Polres Malang. Lalu, Kompol Nunung Aggraini sebagai Kabagren. Ada juga Ipda Nining Kusumawati yang menempati kursi Kabag SPKT. Di luar itu ada tiga polwan yang memimpin polsek. Yakni Kapolsek Dau Kompol Triwik Winarni, Kapolsek Bululawang Kompol Ainun Djariyah, dan Kapolsek Kepanjen Kompol Sri Widyaningsih.

Beberapa polwan di wilayah Kabupaten Malang juga aktif melakukan aksi sosial. Seperti yang dilakukan Bripda Novi Yunitasari yang aktif di desa binaan. Dia bahkan membantu menggalang dana dan membiayai salah satu warga untuk operasi karena tidak mempunyai anus.

”Peran saya sebagai Bhabinkamtinmas harus membantu dan melakukan pendampingan kepada warga, termasuk mereka membutuhkan,” ujar Bripda Novi kepada Jawa Pos Radar Malang. Dia juga menitipkan harapan agar semua polwan bisa membantu meringankan beban keluarga yang kesusahan.

Di bagian lain, Kota Batu juga memberikan kesempatan kepada para polwan untuk menduduki jabatan struktural strategis. Misalnya, Iptu Mawang Kenti Praptiwi yang dipercaya menjadi Pejabat sementara Kapolsek Batu. Lalu, AKP Lya Ambarwati sebagai Kasat Lantas Polres Batu, dan Kompol Sri Heryati sebagai Kabag SDM.

Di lihat dari sebaran penempatannya, saat ini yang paling banyak berada di satuan lalu lintas. Jumlahnya delapan polwan. Menurut Kabag SDM Kompol Sri Heryati, delapan polwan itu sangat dibutuhkan di satlantas yang memang selalu bersinggungan langsung dengan masyarakat.

"Harapan kami, kinerja Polwan di Jajaran Polres Batu terus meningkat dan semakin kompak. Polwan juga siap mendukung pemilu damai, menuju Indonesia maju,” tuturnya. (dre/pri/iza/fat)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#polwan #peran strategis