MALANG KOTA - Potensi desa di Malang Raya menjadi destinasi wisata kini tengah digenjot.
Terutama dalam meningkatkan branding agar bisa menarik wisatawan untuk berkunjung.
Seperti kemarin (4/12), Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) III Malang Provinsi Jawa Timur (Jatim) mengupayakan cara tersebut dengan menggandeng milenial.
Acara bertajuk Pendampingan Fasilitasi Project Bakorwil Desa Wisata 2023 diikuti lima desa di wilayah kerja Bakorwil III.
Yakni Kota Batu, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Malang, dan Kabupaten Blitar.
Setiap daerah terpilih 10 desa berdasar rekomendasi dinas pariwisata setempat.
Kepala Bakorwil III Malang Provinsi Jatim Asep Kusdinar SHut MHut menyebut kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk kolaborasi serta mendukung project Millennial Job Center (MJC).
Sehingga desa dapat secara mandiri mempromosikan wisata serta kearifan lokal yang ada di dalamnya.
Menurutnya, saat ini masih banyak potensi wisata di desa yang belum tergali dengan maksimal.
Selain itu, pendampingan tersebut juga merupakan upaya digitalisasi sehingga output-nya berupa materi promosi kepada desa wisata berupa company profile, infografis desa, video wisata desa unggulan, foto produk UMKM, serta pembuatan logo.
Gelar karya yang juga disebut Talenta Millenial Festival (TMF) 2023 tersebut bertempat di Gedung Arjuna Bakorwil III Malang. Sebanyak 50 milenial terlibat pada acara tersebut.
”Acara ini dikemas dalam sebuah konsep workshop evaluasi dan sharing session dengan mengundang Tim EJSC (East Java Super Corridor) Malang sebagai narasumber serta mengundang para penggiat desa serta perwakilan dari dinas pariwisata kabupaten dan kota,” kata Asep.
Menurut Asep, sektor ekonomi kreatif (ekraf) menjadi salah satu cara ampuh menumbuhkan perekonomian warga.
”Harapannya dengan kegiatan ini para talenta dan pelaku ekraf semakin meningkat,” harap Asep.
Cara tersebut juga merupakan strategi pemprov untuk mengembangkan startup.
Ke depan, program tersebut diharapkan juga akan menjangkau daerah pesisir seperti Malang selatan pada 2024 nanti.
”Diharapkan dapat meningkatkan kemampuan masing-masing daerah dan juga menciptakan lapangan kerja,” tutupnya. (dur/adn)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana