MALANG KOTA - Musyawarah Nasional (Munas) Aremania untuk penentuan presidium belum bisa terselenggara dalam waktu dekat.
Kemungkinan munas presidium Arema mundur ke bulan Mei.
Seperti diberitakan, munas menjadi momentum untuk memilih jajaran presidium Aremania.
Rencananya bakal ada tujuh nama yang dipilih menjadi presidium.
Sebelumnya, selama menggagas Gerakan Aremania Satu, Dadang menyebut bila beberapa Aremania melakukan iuran seikhlasnya.
Tempat musyawarah didapatkan sukarela.
Dari hasil koordinasi dengan beberapa pihak di wilayah Malang.
Meski membutuhkan support, pria yang menjadi ASN di Kota Batu itu memastikan bila pihaknya tidak asal dalam menjalin kerja sama dengan pihak ketiga.
Panitia munas mempunyai kriteria khusus untuk calon sponsor.
Tujuan utamanya untuk menjaga independensi.
”Kami mencari sponsor yang tidak mengikat atau bisa menyetir Aremania di kemudian hari,” tegas Dadang.
Dia menyebut bila netralitas benar-benar dijaga karena kegiatan munas Aremania cukup krusial.
Karena alasan itulah, Gerakan Aremania Satu sejak awal tidak terafiliasi dengan manajemen klub.
Lalu saat Pemilu 2024, mereka memilih berhenti sejenak supaya tidak dimanfaatkan untuk kegiatan kampanye beberapa pihak.
”Kami sebelumnya juga sempat menolak bantuan salah satu pihak dan organisasi demi menjaga independensi,” ucapnya.
Dia menyebut bila semangat independensi itu tidak lepas dari tujuan utama Gerakan Aremania Satu.
Yakni ingin menyatukan Aremania lagi.
Harapannya, lewat itu tidak ada lagi ruang untuk perpecahan dan antara Arek Malang bisa tetap guyub.
Karena itu, tidak ada istilah Aremania FC atau Aremania Indonesia selama gerakan mereka berjalan.
Disinggung terkait kebutuhan dana untuk menyelenggarakan munas, Dadang enggan berkomentar lebih banyak.
Dia khawatir itu bisa disalahkan artikan.
Meski tertunda, sejumlah Aremania optimistis kegiatan tersebut bisa berlangsung.
Salah satu yakin dengan kegiatan tersebut bisa terselenggara adalah Amin Fals.
”Pastinya bisa. Sebab, niatannya bagus untuk persatuan Aremania,” kata dia.
Amin menyebut bila situasi saat ini bukan hal yang baru untuk Aremania.
Karena itu, dia yakin pasti ada cara untuk mencari sponsor dan tetap menjaga independensi.
Sebelumnya tanpa support pihak sponsor, Gerakan Aremania Satu juga bisa melangkah jauh.
Amin melihat Aremania yang dilembagakan menjadi hal penting untuk sekarang.
Supaya saat terjadi hal-hal yang berkaitan dengan hukum, posisi Aremania bisa lebih kuat.
Organisasi dibutuhkan untuk memberikan perlindungan kepada suporter. Selama ini, poin itu kerap terabaikan.
Senada dengannya, Amin, anggota Paguyuban Aremania Dewata mengaku tidak masalah bila munas diundur.
Sebab, persiapannya memang harus dilakukan secara maksimal.
”Tidak perlu terburu-buru. Takutnya hasilnya kurang bagus nanti,” ucapnya.
Sebelum kegiatan tersebut berlangsung, dia menyarankan agar semua Aremania dikumpulkan terlebih dahulu.
Tujuan pertamanya untuk silaturahmi.
Selain itu, mereka yang di luar Malang Raya juga bisa lebih mengerti bagaimana Gerakan Aremania Satu.
”Sebab, informasi selama ini hanya didapatkan dari media sosial,” terangnya.
Di saat masih menunggu kepastian dana, Gerakan Aremania Satu terus mematangkan persiapan.
Tempat yang dibidik mereka tak berubah.
Ada tiga opsinya.
Rencana Aremania menggunakan Stadion Gajayana sebagai tempat munas turut mendapat lampu hijau dari Pemkot Malang.
Bila benar-benar ingin menggunakan tempat itu, pemkot berharap perwakilan suporter bisa mengirim surat pengajuan peminjaman tempat.
Itu untuk mengamankan tanggal sewa.
Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang Baihaqi menyampaikan, hingga kemarin (19/8) belum ada permohonan dari perwakilan Aremania.
Pihaknya menyambut dengan tangan terbuka jika Aremania ingin menggunakan Stadion Gajayana.
”Setelah ada pengajuan dari Aremania, akan kami cek dulu apakah waktu yang dimohon kosong,” kata dia.
Tak ada syarat khusus untuk peminjaman aset Pemkot Malang itu.
Hanya saja, fasilitas harus bisa dijaga dengan baik.
Sebab, Kota Malang akan melakukan persiapan untuk event Porprov Jatim.
Disinggung terkait keringanan biaya sewa, Baihaqi mengatakan bila itu bisa saja diberikan.
Perwakilan Aremania bisa mengajukan keringanan ke wali kota.
Nanti, keputusan akhir akan berada di sana.
”Sesuai ketentuan (Perda) memang bisa mendapat keringanan,” ujarnya.
Terkait harga sewa stadion, dia menyebut bila ongkosnya Rp 2 juta per jam.
Untuk agenda munas, tinggal dikalikan perkiraan durasi pelaksanaan.
Sehingga, terlihat prediksi biaya sewanya.
”Kalau bulan Mei itu sudah ada event yang akan digelar. Tapi detailnya saya kurang tahu,” tambah pejabat eselon II Pemkot Malang itu.
Terpisah, anggota komisi D DPRD Kota Malang Suryadi turut mendukung kegiatan munas Aremania di Stadion Gajayana.
Sebab, stadion itu akan menjadi sejarah berdirinya organisasi Aremania.
”Selama kegiatannya positif, kami akan selalu mendukung. Stadion Gajayana ini kan juga untuk sepak bola. Aremania merupakan bagian dari bola,” tuturnya. (gp/adk/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana