MALANG KOTA – Haji furoda (visa undangan) menjadi jalur tercepat menunaikan ibadah haji tanpa antre saat ini.
Meski biayanya selangit, jalur tersebut tetap ada peminatnya.
Di Kota Malang, sejumlah biro haji dan umrah menawarkan biaya di kisaran USD 26.000 hingga USD 28.000.
Salah satu biro haji dan umrah yang tahun ini memberangkatkan jamaah haji furoda adalah Tiga Cahaya Utama (TCU).
Staf administrasi TCU Ita Nurhayuning menyebut tahun ini pihaknya memberangkatkan lima jamaah.
Lebih banyak dari tahun lalu yang hanya empat jamaah.
Baca Juga: Estimasi Biro Perjalanan di Malang, Sebesar Ini Total Duit untuk Berangkat Haji Khusus ke Tanah Suci
“Setiap tahun kami memberangkatkan antara lima sampai 20 jamaah,” kata dia kemarin (2/5).
Menurutnya, peminat haji furoda adalah mereka yang memiliki kemampuan finansial di atas rata-rata dan tidak ingin antre dalam waktu lama.
Biasanya mereka berangkat bersama keluarga atau pasangan suami istri.
Perempuan yang akrab disapa Yuni itu menambahkan, peminat haji furoda saat ini tak sebanyak sebelum pandemi.
Dia mencontohkan, pada 2019 lalu pihaknya memberangkatkan 20 jamaah.
Empat kali lipat dibanding tahun ini.
Biaya haji furoda memang terus mengalami peningkatan.
Tahun ini TCU mematok biaya antara USD 26.500 hingga USD 27.500.
Dengan kurs USD 1 setara dengan Rp 16.167, biaya yang harus dikeluarkan calon jamaah antara Rp 428 juta sampai Rp 444 juta.
”Kalau dalam USD, sebenarnya biaya haji furoda tahun ini hampir sama dengan tahun lalu. Tapi sepertinya memang banyak orang yang sedang mengalihkan uangnya untuk kebutuhan lain,” terang dia.
Untuk memudahkan calon jamaah, TCU memberlakukan pembayaran yang bisa dicicil tiga kali.
Tahap pertama merupakan pembayaran tanda jadi senilai Rp 10 juta.
Seminggu setelah tanda jadi, ada proses pemberkasan dan administrasi seperti pengurusan paspor.
Bulan berikutnya pembayaran uang muka senilai USD 11.000.
Sedangkan pembayaran ketiga adalah pelunasan.
Baca Juga: Pelunasan Biaya Ibadah Haji 2024 Kota Malang Diperpanjang hingga 5 April
Yuni menjelaskan, biaya USD 26.500 (sekitar Rp 428 juta) memberikan fasilitas satu kamar berisi empat orang.
Sedangkan biaya USD 27.000 (sekitar Rp 436 juta) memberikan fasilitas satu kamar berisi tiga orang.
Khusus untuk biaya USD 27.500 (sekitar Rp 445 juta) memberikan fasilitas berupa satu kamar berisi dua orang.
Kamar yang disediakan berada di hotel bintang lima.
Selain hotel, haji furoda mendapat layanan penerbangan tanpa transit, sehingga langsung sampai di Madinah atau Jeddah.
Layanan lainnya seperti manasik haji dalam lima hari.
Selama manasik, jamaah mendapatkan teori dan praktik.
Terpisah, Kepala Biro Perjalanan Wisata Persada Indonesia Cabang Malang Wildan Habibi mengatakan, tahun ini pihaknya memberangkatkan dua jamaah dari Malang.
Lebih sedikit dibanding tahun lalu yang memberangkatkan lima jamaah.
Menurut Wildan, ada beberapa faktor yang membuat jumlah jamaah menurun.
Antara lain banyaknya jamaah haji furoda yang gagal berangkat tahun lalu.
“Jadi ada trauma pada jamaah, sehingga mereka benar-benar mencari tahu perihal kepastian berangkat,” terang dia.
Untuk pemberangkatan tahun ini, pihaknya mematok biaya USD 26.000 untuk satu kamar dengan empat orang.
Baca Juga: Malang Raya Dapat 256 Kuota Haji Tambahan, Ini Rinciannya per Daerah
Lalu ada biaya USD 28.000 (Rp 452 juta) untuk satu kamar berisi dua orang.
Secara fasilitas, tahun ini yang paling bagus adalah hotel transit.
Sebelumnya, hotel transit terletak di Aziziyah.
Jaraknya sekitar empat sampai lima kilometer dari Masjidil Haram.
Sekarang menempati Pullman Zamzam yang berada di depan pelataran Masjidil Haram.
”Ada juga fasilitas lain, seperti kajian yang diberikan Ustadzah Oki Setiana Dewi dan Ria Ricis. Jamaah juga mendapat layanan gratis kereta cepat,” imbuhnya.
Di tempat lain, Direktur Operasional Agung Wisata Tour & Travel Hamzah Yusuf mencatat animo jamaah haji furoda di tempatnya masih stabil.
Tahun ini mencapai 19 orang.
Hampir sama dengan tahun lalu. ”Tahun lalu sebenarnya yang berangkat 29 orang, tapi ada sembilan orang yang visanya tidak keluar,” jelas dia.
Hamzah menambahkan, tahun ini biaya haji furoda mengalami kenaikan antara USD 1.000 sampai USD 2.000.
“Meski demikian, animonya masih tetap ada karena mereka tidak ingin menunggu lama seperti haji khusus atau haji reguler,” pungkasnya.
Tanpa Kendala
Salah seorang jamaah haji furoda tahun 2023, Satumi, mengaku hanya menunggu lima bulan sejak pendaftaran hingga pemberangkatan.
Warga Kecamatan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang, tersebut mendaftar pada Februari dan berangkat pada Juni.
”Waktu itu biayanya Rp 350 juta. Bersih mulai dari berangkat sampai pulang. Tapi yang di luar oleh-oleh,” tutur wanita kelahiran 1945 tersebut.
Satumi mengaku tidak paham betul bagaimana pengurusan administrasinya.
Baca Juga: Tujuh Jamaah di Malang Tak Penuhi Syarat Berangkat Haji
Sebab, semuanya diurus oleh anaknya yang merupakan pengusaha di bidang retail.
Satumi merasa bersyukur tahun lalu bisa berhaji menggunakan visa furoda.
Dia merasakan pengalaman berbeda dengan haji jalur reguler maupun umrah yang pernah dia jalani.
Menurutnya, fasilitas yang diberikan penyelenggara haji furoda sangat memuaskan.
Di antaranya, berangkat dari Juanda International Airport Surabaya dan transit di Bandara Soekarno Hatta Jakarta.
Setelah itu terbang menggunakan Saudi Airlines menuju ke Jeddah.
”Di Makkah, kami menginap di hotel bintang 5, semua yang saya butuhkan ada,” tuturnya.
Selama beribadah dia juga didampingi dokter.
Selama tawaf dan sa’i juga ditemani satu pendamping.
Sehingga tidak pernah ketinggalan atau terpisah dengan rombongan.
Selain melaksanakan ibadah haji, Satumi juga berkesempatan mengunjungi beberapa tempat bersejarah.
Seperti Jabal Nur, Jabal Rahmah, dan juga Jabal Uhud.
Dia mengaku tidak menemukan kendala apa pun selama 23 hari di tanah suci.
”Memang harus mengeluarkan uang yang cukup banyak. Tapi fasilitas yang diberikan memang sebanding,” tandasnya. (mel/dur)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana